The Rise of Green Building Certification in Indonesia

Apa itu sertifikat green building?


Sertifikat green building Indonesia

Sertifikat green building sering kali menjadi salah satu topik yang dibicarakan ketika membicarakan tentang bangunan yang ramah lingkungan. Sertifikat ini memberikan pengakuan bagi bangunan yang telah memenuhi standar tertentu untuk efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan pengelolaan air yang efisien. Bagi Indonesia, sertifikat ini dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

GBCI sendiri adalah organisasi independen yang dibentuk pada tahun 2007. Organisasi ini menjalankan program sertifikasi untuk bangunan yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Selain memberikan sertifikat, GBCI juga memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada para profesional di bidang perancangan, konstruksi, pengelolaan, dan operasi bangunan.

Program sertifikasi green building yang dikeluarkan oleh GBCI ini telah disusun dan dirancang berdasarkan pada program sertifikasi yang telah diakui internasional seperti Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) dan Green Star. Program ini menggunakan lima aspek kunci sebagai pedoman, yaitu efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan bahan ramah lingkungan, pengelolaan air yang efisien, dan kualitas lingkungan dalam ruangan.

Efisiensi energi merupakan salah satu aspek utama yang diperhatikan dalam sertifikasi green building. Bangunan yang ramah lingkungan seharusnya mampu mengurangi konsumsi energi dengan menggunakan teknologi atau strategi yang tepat. Contoh teknologi yang digunakan adalah penggunaan lampu LED, sistem HVAC yaitu sistem ventilasi, pemanas, dan pendingin, dan teknologi terintegrasi untuk pengelolaan energi.

Pengurangan emisi gas rumah kaca juga menjadi fokus karena Indonesia sebagai negara berkembang harus bisa menekan emisi gas rumah kaca. Hal ini penting karena emisi gas rumah kaca berdampak pada perubahan iklim. Beberapa strategi pengurangan emisi gas rumah kaca di antaranya adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan membuka kebijakan transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, material kayu yang digunakan sebaiknya bersertifikat dan berasal dari sumber yang berkelanjutan.

Pengelolaan air juga menjadi faktor penting dalam sertifikasi green building. Bangunan yang ramah lingkungan harus bisa menggunakan air secara efisien dan memiliki sistem pengelolaan air yang baik. Penggunaan teknologi seperti toilet yang ramah lingkungan, shower yang efisien, dan sistem pengolahan air limbah yang tepat dapat membantu mengurangi penggunaan air. Selain itu, penggunaan tanaman yang tahan kekeringan dan memiliki sistem irigasi yang tepat juga dapat membantu penghematan air.

Sertifikat green building memang menjadi penting bagi bangunan modern yang ramah lingkungan, tapi terkadang sertifikat ini dianggap sebagai biaya tambahan yang sangat tinggi. Padahal, dalam jangka panjang investasi bangunan ramah lingkungan akan jauh lebih hemat biaya karena mereka memiliki kinerja yang lebih baik dan berkelanjutan. Selain itu, bangunan yang ramah lingkungan membantu mengurangi dampak lingkungan dan dapat membantu masyarakat meraih Kesatuan Tujuan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tren bangunan ramah lingkungan di Indonesia sendiri masih dalam tahap awal. Meski begitu, beberapa bangunan seperti Gedung Bank BNI46, Menara Astra, dan Wisma 46 telah mendapatkan sertifikat green building. Hal ini membuktikan bahwa pasar dan kebutuhan akan bangunan ramah lingkungan di Indonesia terus meningkat.

Bagaimana Sertifikat Green Building Didapatkan?


Sertifikat Green Building Indonesia

Green building atau bangunan hijau adalah konsep bangunan yang dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah lingkungan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sertifikat green building adalah penghargaan yang diberikan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai bukti bahwa suatu bangunan memenuhi kriteria bangunan hijau. Sertifikat ini dapat diperoleh oleh berbagai jenis bangunan, baik itu rumah tinggal, perkantoran, gedung pertokoan, hingga pusat kesehatan dan sekolah yang memenuhi kriteria kelayakan.

Untuk mendapatkan sertifikat green building, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh pemilik atau pengelola bangunan. Berikut adalah penjelasan tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat green building:

1. Pendaftaran


Pendaftaran Green Building Council Indonesia

Tahapan pertama untuk mendapatkan sertifikat green building adalah dengan melakukan pendaftaran di Green Building Council Indonesia (GBCI). Pendaftaran ini melibatkan pengisian formulir dan pengiriman dokumen yang dibutuhkan, seperti denah bangunan, rencana konstruksi, dan dokumen terkait lainnya. Setelah informasi yang dibutuhkan lengkap, maka peserta akan mendapatkan akses ke sistem rating. Tahapan ini juga merupakan langkah awal untuk mengikuti sertifikasi green building.

2. Evaluasi


Evalusi Green Building Council Indonesia

Setelah melakukan pendaftaran, tahapan selanjutnya adalah evaluasi. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan apakah bangunan yang diajukan memenuhi kriteria bangunan hijau. Evaluasi ini dilakukan oleh tim ahli yang telah dipilih oleh GBCI dan dilakukan secara berkala. Tim ahli ini akan mengevaluasi sejauh mana aspek keseluruhan bangunan yang memenuhi kriteria green building, mulai dari konsep perancangan, konstruksi, hingga pengelolaan lingkungan.

Evaluasi ini dilakukan terhadap 5 aspek penting, yaitu:

  • Site sustainability : aspek ini berkaitan dengan pemilihan situs dan pengelolaan lahan sekitar yang dapat memperbaiki kualitas lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
  • Water efficiency : aspek ini mengacu pada pengelolaan air yang efisien, baik itu dalam penggunaan air, pengolahan air limbah, atau penghematan air hujan.
  • Energy and Atmosphere : aspek ini terkait dengan penghematan energi dan reduksi emisi gas rumah kaca untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan secara energi. Aspek ini juga memberikan fokus pada upaya memanfaatkan sumber energi terbarukan.
  • Material and Resources : aspek ini terkait dengan pengelolaan bahan dan limbah yang lebih efisien dengan meminimalkan penggunaan bahan yang merusak lingkungan dan memaksimalkan pemanfaatan bahan daur ulang.
  • Indoor Environment Quality : aspek ini memberikan fokus pada kesehatan penghuni bangunan dengan menciptakan lingkungan interior yang sehat, nyaman dan produktif.

Setelah evaluasi, peserta akan mendapatkan nilai atau rating berdasarkan kategori kriteria bangunan hijau yang telah terpenuhi.

3. Implementasi


Implementasi Green Building Council Indonesia

Setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh GBCI dalam sistem rating, peserta harus mengimplementasikan rencana dan konstruksi bangunan sesuai dengan kriteria yang telah dirumuskan. Perhatian juga harus diberikan terhadap aspek pengelolaan lingkungan dalam pengoperasian dan pemeliharaan bangunan.

4. Verifikasi


Verifikasi Green Building Council Indonesia

Setelah implementasi, tahapan selanjutnya adalah peninjauan ulang atau verifikasi oleh tim ahli dari GBCI. Tim ahli ini akan menilai apakah bangunan yang telah diimplementasikan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Jika semua kriteria memenuhi, maka peserta akan mendapatkan sertifikat green building.

Sertifikat green building adalah satu cara menghargai perkembangan industri konstruksi yang mengedepankan keberlanjutan dan lingkungan. Sertifikat tersebut menjadi bukti komitmen pemilik atau pengelola bangunan dalam menerapkan konsep bangunan hijau dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Mengurangi Dampak Lingkungan


Mengurangi Dampak Lingkungan

Salah satu keuntungan besar dari memiliki sertifikat green building di Indonesia adalah dapat membantu mengurangi dampak lingkungan negatif dari pembangunan gedung. Banyak gedung-gedung tradisional yang dibangun dengan melupakan dampaknya terhadap lingkungan, misalnya dengan menggunakan bahan-bahan bangunan yang berbahaya, pencegahan sirkulasi udara yang baik, dan lain-lain. Oleh karena itu, melalui sertifikat green building, Anda bisa memastikan bahwa gedung yang Anda bangun tidak menyebabkan dampak buruk terhadap lingkungan.

Salah satu faktor yang membuat gedung Anda dinilai ramah lingkungan adalah penggunaan energi yang efisien. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan lampu dan peralatan elektronik yang hemat listrik, ada sistem ventilasi yang baik, mengurangi limbah, penggunaan AC yang hemat energi, dan sebagainya. Dengan penggunaan energi yang efisien, gedung tersebut akan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dan dapat mengurangi dampak buruk pada lingkungan.

Selain itu, gedung yang dinilai ramah lingkungan akan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang, yaitu dengan memilih bahan-bahan seperti kayu, kaca, dan logam. Bahan baku yang dapat diambil secara alami juga harus dipertimbangkan, seperti sumber air, sinar matahari, dan udara segar. Oleh karena itu, sertifikat green building akan memastikan bahwa gedung yang Anda bangun tidak hanya menghargai alam, tetapi juga memimpin jalan bagi gedung-gedung lain untuk menjadi lebih ramah lingkungan.

Selain itu, sertifikat green building juga membantu meningkatkan standar hidup di dalam gedung, terutama untuk orang yang sering bekerja di dalam gedung tersebut. Gedung yang dianggap ramah lingkungan akan menyediakan lingkungan yang menyenangkan bagi para penghuninya. Lingkungan tersebut akan memastikan bahwa udara yang mereka hirup bersih, dapat mengurangi suhu di dalam gedung, meminimalkan kebisingan yang tidak perlu, dan lain-lain. Dengan membangun gedung yang nyaman, itu dapat memastikan bahwa penghuninya akan betah berada di dalam gedung, yang pada akhirnya akan mempengaruhi produktivitas kerja dari para penghuninya.

Oleh karena itu, membangun gedung yang dinilai ramah lingkungan pasti akan memberikan dampak yang signifikan pada lingkungan dan penghuninya. Selain itu, sertifikat green building juga dapat meningkatkan reputasi Anda sebagai pemilik gedung. Hal ini tidak hanya dapat membuat gedung Anda lebih disukai oleh masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual properti gedung. Dalam jangka waktu panjang, gedung yang disertifikasi ramah lingkungan memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan gedung-gedung tradisional standar.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembangunan gedung ramah lingkungan di Indonesia sangat penting bagi masa depan lingkungan dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan membangun gedung yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat, gedung kita bisa menjadi yang terbaik dan mendukung kehidupan yang lebih baik bagi kita semua. Jika Anda ingin memastikan bahwa gedung Anda benar-benar ramah lingkungan, pastikan untuk mendapatkan sertifikat green building dari lembaga yang memiliki reputasi yang baik di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *