Daftar Nama Komponen Excavator dan Fungsinya

Komponen Utama pada Excavator dan Fungsinya


Komponen Utama pada Excavator dan Fungsinya

Excavator merupakan alat berat yang sangat popular digunakan di berbagai macam proyek konstruksi, pertambangan, atau pertanian. Alat ini memudahkan pada proses penggalian, pengangkutan, dan pemindahan material dalam jumlah besar dengan sangat efisien. Sebuah excavator terdiri dari beberapa komponen utama yang sangat penting, dan masing-masing mempunyai peran dan fungsi yang berbeda-beda.

Berikut komponen utama excavator dan fungsinya:

Rangka (Chassis)


Rangka (Chassis) Excavator

Rangka atau chassis adalah bagian pertama dan utama dalam sebuah excavator. Rangka berperan sebagai tempat menggabungkan komponen-komponen utama seperti penukar panas, mesin diesel, tenaga hidrolik, dan sistem kendali yang menghubungkan semua alat menjadi sebuah kesatuan utuh. Rangka excavator juga berfungsi sebagai stabilitas dalam kerja alat ini selama beroperasi. Rangka biasanya terdiri dari dua tipe yang dipasang pada sasis mobil atau kaki yang berfungsi menstabilkan tingkat dan memungkinkan gerakan ekstrem pada saat membongkar dan memuat material.

Mesin Diesel (Engine)


Mesin Diesel (Engine) Excavator

Mesin diesel adalah salah satu komponen utama dalam excavator. Seperti namanya, mesin diesel adalah mesin pembakaran dalam yang menggunakan bahan bakar diesel sebagai bahan bakarnya. Mesin diesel pada excavator bertujuan untuk menggerakan sistem hidrolik untuk mengerahkan daya gerak yang didapat melalui putaran motor. Mesin diesel pada excavator juga harus memiliki kekuatan mekanik dan daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan mesin diesel pada kendaraan biasa. Karena mesin diesel pada excavator harus menahan beban semua komponen yang ada pada excavator selama beroperasi selama berjam-jam.

Sistem Hidrolik (Hydraulic System)


Sistem Hidrolik (Hydraulic System) Excavator

Sistem hidrolik pada excavator berfungsi memberikan tenaga pada seluruh bagian alat, mulai dari tangan mekanik hingga tugas berat seperti menggali tanah keras. Sistem hidrolik terdiri dari pompa, motor, dan silinder hidrolik yang bekerja secara harmonis. Pompa hidrolik bertugas menghasilkan tekanan hidrolik untuk menggerakan motor dan silinder hidrolik pada excavator. Motor hidrolik mengubah tekanan hidrolik menjadi energi mekanis untuk menggerakkan roda gigi pada berbagai titik dalam mesin excavator. Sementara silinder hidrolik bekerja dalam arah vertical dan horizontal untuk menggerakan lengan dan bucket pada excavator.

Bucket (Excavator Bucket)


Bucket (Excavator Bucket)

Bucket, atau yang sering disebut dengan bucket excavator, adalah komponen yang berperan dalam proses penggalian dan pengangkutan material. Bucket ini terbuat dari besi yang terdiri dari rongga untuk dapat menampung material dan kemampuan membongkar material dari tanah. Bucket digerakkan dengan menggunakan silinder hidrolik untuk mengangkat material dan kemudian menghantarkannya ke tempat tujuan.

Boom


Boom Excavator

Boom adalah bagian dari excavator yang diggingunakan untuk memperpanjang jarak dan ketinggian alat ini selama operasi. Boom bertugas sebagai alat pemindah sekaligus penyokong bucket dan juga berfungsi untuk mempertahankan posisi excavator saat sedang digunakan. Boom menggunakan sistem hidrolik untuk menggerakannya, kejelasan panjang tangan bergantung dari jenis excavator dan tugas yang akan dikerjakan.

Bucket atau Gayung Excavator dan Fungsinya


Bucket atau Gayung Excavator

Bagian paling penting dari sebuah excavator adalah bucket atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai gayung atau kerangka. Bucket ini memiliki bentuk seperti ember besar yang biasa digunakan untuk membawa tanah atau bahan peledak yang menempel di dinding tambang.

Bucket excavator terbuat dari logam tahan karat yang kuat, sehingga mampu menahan beban dan gesekan selama pekerjaan berlangsung. Excavator modern biasanya dilengkapi dengan quick coupler, sebuah sistem yang memungkinkan penggantian gayung cepat dan mudah tanpa perlu mematikan mesin.

Bucket excavator memiliki beberapa jenis dan ukuran yang berbeda tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Berikut beberapa jenis bucket excavator:

1. Bucket standar atau bucket bumi

Bucket standar atau bucket bumi

Bucket standar adalah jenis bucket yang paling sering digunakan pada excavator. Bucket ini cocok untuk menggali lubang, mengangkat atau membawa tanah, kerikil, atau batu kecil. Kelebihan dari bucket standar adalah mudah digunakan dan memiliki harga yang terjangkau.

2. Bucket kerikil atau bucket ember pipih

Bucket kerikil atau bucket ember pipih

Bucket kerikil atau biasa disebut dengan bucket ember pipih memiliki struktur yang hampir sama dengan bucket standar, namun bagian bawahnya pipih dan lebih lebar. Bucket ini sangat cocok untuk mengangkat bahan material seperti pasir, kerikil, dan bahan bangunan lainnya.

3. Bucket penggiling atau bucket keras

Bucket penggiling atau bucket keras

Bucket penggiling atau biasa disebut dengan bucket keras, memiliki bagian bawah yang terbuat dari bahan yang lebih keras seperti baja tahan karat atau baja tahan aus. Bucket jenis ini cocok digunakan untuk menghancurkan atau menghancurkan bebatuan yang besar atau menggali tanah yang sulit.

4. Bucket ember besar atau bucket tanah longsor

Bucket ember besar atau bucket tanah longsor

Bucket ember besar atau bucket tanah longsor terbuat dari baja tahan karat yang lebih tebal dan mampu menahan beban berat hingga beberapa ton. Bucket jenis ini cocok untuk menggali tanah yang sangat dalam, mengangkat batu besar, atau material tumpah lainnya.

Bucket excavator merupakan bagian yang sangat penting bagi kelancaran jalannya pekerjaan konstruksi atau pertambangan. Oleh karena itu, para pekerja dan operator harus memperhatikan jenis dan ukuran bucket yang sesuai dengan kebutuhan, serta memperhatikan cara penggunaannya agar dapat menghindari kerusakan dan risiko lainnya.

Arm atau Lengan Excavator dan Fungsinya


Arm atau Lengan Excavator

Excavator adalah alat berat yang digunakan untuk menggali tanah atau material lainnya seperti batu, kerikil, dan pasir. Dalam membuat excavator, terdapat beberapa nama komponen yang harus dipasang dalam pembuatan mesin ini. Salah satunya adalah Arm atau Lengan, yang terdiri dari tiga bagian yaitu upper, middle, dan lower. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi dan jenis dari Arm atau Lengan excavator yang umum digunakan di Indonesia.

Upper Arm merupakan bagian dari Arm yang paling atas atau terletak di atas middle Arm. Fungsi dari Upper Arm adalah untuk menahan dan mengendalikan gerakan dari middle Arm dan Bucket. Upper Arm memungkinkan middle Arm dan Bucket untuk bergerak maju dan mundur, serta naik dan turun pada saat digunakan untuk menggali tanah atau bahan lainnya. Pada saat Arm bergerak menaikkan atau menurunkan Bucket, Upper Arm merupakan bagian yang membantu agar Bucket tetap terkendali dan aman saat digunakan.

Middle Arm adalah bagian Arm yang terletak di tengah dari Upper Arm dan Lower Arm. Fungsi dari Middle Arm adalah untuk menggerakan Bucket saat digunakan untuk menggali tanah atau material lainnya. Middle Arm juga berfungsi sebagai penghubung antara Upper Arm dan Lower Arm. Pada saat digunakan, Middle Arm akan menggerakkan Bucket ke dalam tanah atau material lainnya dengan kekuatan dan arah yang diinginkan. Selain itu, Middle Arm juga berfungsi untuk mengatur posisi dari Bucket saat digunakan untuk memuat atau memindahkan material hasil galian.

Lower Arm adalah bagian dari Arm yang berada di bawah atau dekat dengan Bucket. Fungsi dari Lower Arm adalah untuk menopang dan membantu Bucket saat digunakan untuk menggali tanah atau material lainnya. Lower Arm juga berfungsi untuk membantu Middle Arm saat digunakan untuk menggerakkan Bucket ke dalam tanah atau material lainnya. Selain itu, Lower Arm juga berfungsi untuk menopang beban Bucket saat sedang memuat atau memindahkan material hasil galian.

Ada beberapa jenis dari Arm atau Lengan excavator yang umum digunakan di Indonesia, diantaranya adalah:

1. General Purpose Arm, yang sering digunakan untuk menggali tanah atau material lainnya seperti batu, kerikil, dan pasir.

2. Long Reach Arm, yang digunakan untuk menggali tanah atau material lainnya pada kedalaman yang lebih dalam, seperti saat digunakan untuk mengebor atau membangun pondasi.

3. Low Ground Pressure Arm, yang digunakan untuk menggali tanah atau material pada daerah yang lunak atau berlumpur, serta pada daerah yang sulit untuk dijangkau oleh alat berat lainnya.

Ketiga jenis Arm tersebut memiliki fungsi yang sama dalam menggali tanah atau material lainnya. Perbedaan utama adalah ukuran dan bentuk Arm yang disesuaikan dengan kondisi dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Namun, ketiga jenis Arm tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam pembuatan excavator, dalam membantu menyelesaikan pekerjaan konstruksi dengan hasil yang maksimal dan aman.

Hydraulic Cylinders atau Silinder Hidrolik dan Fungsinya


Hydraulic Cylinders

Excavator adalah mesin berat yang digunakan untuk memindahkan tanah, batu, atau bahan-bahan lainnya dalam jumlah besar. Salah satu komponen penting dari excavator adalah hydraulic cylinders atau silinder hidrolik.

Silinder hidrolik adalah unit penggerak yang memungkinkan excavator untuk mengangkat dan memindahkan beban berat dengan mudah dan aman. Silinder hidrolik terdiri dari dua bagian utama, yaitu tabung dan piston. Tabung adalah bagian luar dari silinder hidrolik yang terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, seperti besi cor atau baja karbon. Sedangkan piston adalah bagian dalam dari silinder hidrolik yang terhubung ke tabung. Ketika cairan hidrolik dialirkan ke dalam silinder, piston akan naik atau turun, bergantung pada arah aliran cairan hidrolik.

Silinder hidrolik sangat penting dalam menjalankan fungsi utama dari excavator, yaitu mengangkat dan memindahkan beban berat. Silinder hidrolik juga digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi penting lainnya pada excavator, seperti menggerakkan bucket atau alat lainnya yang dipasang di excavator.

Ada beberapa jenis hydraulic cylinders yang digunakan pada excavator, antara lain:

1. Hydraulic Boom Cylinder atau Silinder Lengan Hidrolik

Hydraulic Boom Cylinder

Silinder hidrolik ini terletak di lengan excavator dan digunakan untuk menggerakkan lengan izin bertumpu dan lengan sabuk. Silinder ini memungkinkan excavator untuk memperpanjang dan memperpendek lengan, sehingga dapat mencapai area kerja yang lebih luas.

2. Hydraulic Arm Cylinder atau Silinder Lengan Hidrolik

Hydraulic Arm Cylinder

Silinder hidrolik ini terletak di bagian bawah lengan excavator dan digunakan untuk menggerakkan bucket atau alat lainnya yang dipasang di excavator. Silinder ini memungkinkan excavator untuk mengangkat dan memindahkan bahan atau material yang berat.

3. Hydraulic Bucket Cylinder atau Silinder Bucket Hidrolik

Hydraulic Bucket Cylinder

Silinder hidrolik ini terletak di bagian depan bucket dan digunakan untuk menggerakan bucket. Silinder ini memungkinkan excavator untuk mengambil bahan atau material dari tanah, seperti batu, pasir, dan lain-lain.

4. Hydraulic Track Cylinder atau Silinder Trek Hidrolik

Hydraulic Track Cylinder

Silinder hidrolik ini terletak pada track atau roda mobil pada excavator dan digunakan untuk menggerakan track atau roda. Silinder ini memungkinkan excavator untuk bergerak maju dan mundur, serta berbelok ke kiri dan kanan.

Selain jenis-jenis hydraulic cylinders di atas, masih banyak lagi jenis silinder hidrolik yang digunakan pada excavator, seperti hydraulic stick cylinder dan hydraulic swing cylinder. Tanpa hydraulic cylinders, excavator tidak akan dapat melaksanakan fungsi utamanya dengan baik dan efektif.

Undercarriage atau Undercarriage Excavator dan Fungsinya


undercarriage excavator

Undercarriage atau undercarriage excavator merupakan bagian dari sebuah mesin konstruksi yang sangat penting yaitu excavator. Bagian ini berfungsi sebagai kendaraan yang bisa bergerak ke lokasi proyek dan mampu menunjang berbagai aktivitas kerja di area konstruksi. Fungsi utama undercarriage excavator adalah untuk menopang seluruh berat mesin serta mampu memindahkan mesin dengan mudah tanpa menimbulkan kerusakan pada mesin atau lahan konstruksi. Undercarriage biasanya terdiri atas berbagai jenis komponen yang akan lebih dijelaskan sebagai berikut:

1. Track

track excavator

Komponen pertama pada undercarriage excavator adalah track. Track adalah jalur atau area yang digunakan untuk menopang mesin. Track ini terlihat seperti tongkat besar yang terhubung satu dengan area di bawahnya dan dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama agar mampu menahan beban mesin dan menjangkau lokasi yang berada di lahan konstruksi yang sulit. Selain itu, track ini mempermudah operator untuk mengontrol arah dan gerakan alat konstruksi.

2. Shoe

shoe excavator

Shoe excavator atau sepatu excavator merupakan komponen lain pada undercarriage yang berfungsi sebagai alas kaki. Sebagai sepatu, tentunya shoe harus menjadi bagian yang kuat dan menopang beban seluruh mesin. Saat mesin berjalan atau melakukan aktivitas di lahan, shoe ini harus mampu menomang beban seluruh berat mesin. Selain itu, spesifikasi dan ukuran shoe excavator harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran mesin agar mesin dapat bekerja secara maksimal dan efisien.

3. Sprocket

sprocket excavator

Komponen berikutnya pada undercarriage adalah sprocket. Sprocket adalah roda gigi yang terpasang pada mesin excavator dan berfungsi sebagai penggerak track. Sprocket bekerja dengan menggerakkan track, sehingga mesin dapat bergerak sesuai arahan operator. Sprocket harus dipasang pada mesin yang tepat secara tepat dan teratur agar dapat bekerja secara maksimal waktu digunakan. Keberhalian dan konsistensi penempatan sprocket juga sangat penting karena akan mempengaruhi daya tahan dari seluruh komponen mesin.

4. Idler

idler excavator

Idler merupakan komponen berikutnya pada undercarriage excavator yang berfungsi sebagai roda isi. Idler terpasang di bagian atas track atau jalur yang digunakan untuk membantu mengarahkan beban mesin pada jalur track yang tepat. Terdapat dua jenis idler pada mesin excavator yaitu fixed idler dan adjustable idler. Idler harus dipasang pada mesin dengan tepat dan teratur agar dapat bekerja secara maksimal dan efisien.

5. Carrier Roller

carrier roller excavator

Carrier roller merupakan komponen terakhir dan sangat penting pada undercarriage excavator. Komponen ini berfungsi sebagai roda pengendali pada mesin excavator. Carrier roller terdiri atas sebuah roda yang terpasang di bagian samping dari undercarriage dan terdiri dari beberapa komponen seperti bearing dan seal. Carrier roller ini harus dipasang pada mesin dengan teliti dan perlu pembersihan berkala agar dapat bekerja secara maksimal dan memperpanjang masa pemakaian mesin.

Demikianlah penjelasan tentang nama komponen undercarriage excavator beserta fungsinya. Dengan pemahaman yang baik tentang seluruh komponen undercarriage ini maka akan mempermudah operator untuk merawat, memelihara serta membantu menambah masa pakai dari mesin excavator tersebut. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi pembaca dan meningkatkan wawasan mengenai dunia konstruksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *