Cara Memasang Gypsum pada Tembok dengan Mudah

(How to Easily Install Gypsum onto Walls)

Apa itu lem gypsum?


lem gypsum

Lem gypsum adalah bahan penambat untuk memperkuat dinding atau plafon. Dalam bahasa Indonesia, “gypsum” diterjemahkan sebagai “kapur tohor”, yaitu bahan serbuk yang dihasilkan dari proses pembakaran batu gamping. Gypsum biasanya digunakan sebagai bahan tambahan di dalam pembuatan semen atau campuran mortir.

Namun, kemudian diketahui bahwa gypsum dapat dipakai secara langsung untuk menambal lubang atau retak pada tembok. Gypsum sendiri adalah bahan yang sangat baik dalam menyerap air, sehingga bila digunakan pada tembok yang terkena kelembaban, bisa membuat kekuatan dinding menjadi lebih kuat dan tahan lama.

Berbeda dengan bahan aditif lainnya, gypsum tidak hanya membersihkan dinding dari lemak atau kotoran. Gypsum dapat digunakan sebagai make up retak pada tembok karena bisa menambal bagian yang rusak sehingga tembok kembali dapat diwarnai dengan baik. Selain itu, gypsum juga mempunyai efek yang baik pada kelembaban. Ini karena keberadaan kristal-kristal ini justru dapat menyerap kelembaban dan membuat tembok kembali kering.

Memasang lem gypsum tidak terlalu sulit. Pertama, pilih lem gypsum yang cocok untuk kondisi dinding dan plafon. Untuk pembelian, lem gypsum umumnya dijual dalam ukuran kantong yang berbeda-beda secara relatif tergantung pada arti isi. Saat akan menggunakannya, lem gypsum diambil dan tercampurkan dengan air hingga terbentuk adonan berupa pasta sedang atau kurang lebih kental. Setelah adonan tercampur secara rata, kemudian aplikasikan pada tembok atau plafon dengan menggunakan sebuah spatula atau trowel. Proses pengerjaan bisa memakan waktu hingga dua jam, tergantung pada jumlah tembok atau plafon yang akan dipasangi dengan lem gypsum.

Setelah selesai, Anda juga dapat menutup lubang atau celah di sekeliling lem gypsum dengan cat atau pernis. Bila dilakukan dengan benar, aplikasi lem gypsum ini akan memberikan hasil yang lebih baik dan membantu anda menghemat biaya dalam jangka panjang.

Karena relatif mudah pemasangannya dan murah harganya, maka tidak heran kebanyakan orang Indonesia memilih memakai lem gypsum sebagai alternatif perekat tembok dan plafon di dalam rumah mereka. Namun, ada juga lem gypsum Mahakarya yang mempunyai kualitas yang lebih baik. Gypsum ini dilengkapi dengan berbagai agen pengikat yang memungkinkan ia bekerja lebih cepat dan memberikan hasil yang lebih baik.

Jadi, itulah rangkuman tentang apa itu lem gypsum dan kegunaannya dalam memperkuat kekuatan dinding atau plafon. Dalam rangka untuk menghemat biaya pemeliharaan rumah atau kantor, penggunaan lem gypsum menjadi salah satu alternatif pilihan yang cukup feasible dan baik digunakan. Dengan pemilihan produk yang tepat, aplikasi lem gypsum ini akan memberikan hasil yang lebih baik dan membantu Anda menghemat biaya dalam jangka panjang.

Keuntungan menggunakan lem gypsum pada tembok


lem gypsum ke tembok

Lem Gypsum atau yang sering disebut lem batako adalah salah satu jenis lem yang cukup popular di Indonesia. Kegunaan dari lem batako ini sendiri sebagai bahan penambalan atau perekat pada struktur bangunan, khususnya tembok. Ada beberapa keuntungan menggunakan lem batako untuk tembok dibandingkan bahan perekat lainnya yang lebih umum digunakan.

Tahan lama dan awet

tembok gypsum

Keuntungan utama dalam menggunakan lem gypsum pada tembok adalah tahan lama dan awet. Gypsum memiliki sifat yang kuat dan tahan lama, sangat cocok digunakan sebagai bahan perekat tembok. Dibandingkan dengan bahan lain seperti semen atau perekat non-gypsum, lem gypsum memiliki sifat yang lebih kuat dan lebih tahan lama dalam jangka waktu yang lebih lama.

Permukaan halus dan rata

tembok rata

Tembok yang ditempel menggunakan lem batako gypsum cenderung lebih halus dan rata dibandingkan dengan menggunakan bahan perekat lainnya. Ini karena sifatnya yang mudah dibentuk dan memiliki waktu yang lama sebelum mengering. Ketika digunakan pada tembok, lem gypsum lebih mudah diaplikasikan dan dipotong pada ukuran tertentu.

Mudah dipasang

pemasangan tembok gypsum

Lem gypsum lega dipasang pada tembok karena memungkinkan pengguna untuk mengikuti garis-garis yang diinginkan dan juga memungkinkan untuk melampirkan kawat pengikat ke dalam campuran lem. Gypsum juga sangat mudah dipotong dan bentuknya yang ringan memungkinkannya untuk menjadi bahan yang ideal untuk penggunaan di mana keterampilan instalasi yang lebih intensif terkadang membutuhkan waktu dan upaya tambahan.

Biaya yang terjangkau

lem gypsum

Salah satu keuntungan lain dari menggunakan lem gypsum dalam aplikasi perekatan tembok adalah biaya yang terjangkau. Ini dikarenakan material yang digunakan dalam produksi lem gypsum adalah alami dan ekonomis. Selain itu, kemudahan dalam proses pemasangan juga dapat menghemat biaya lebih lanjut.

Mudah didaur ulang

gypsum didaur ulang

Salah satu keuntungan besar dari penggunaan lem gypsum adalah kemampuan untuk didaur ulang. Dalam banyak kasus, pabrik lem gypsum akan mengumpulkan dan mendaur ulang produk yang tidak sesuai untuk dijual kembali. Ini dapat membantu dalam mengurangi limbah sampah yang dihasilkan dari proses konstruksi dan juga membantu dalam menjaga kualitas lingkungan yang lebih baik.

Jadi, itu adalah beberapa keuntungan dalam menggunakan lem gypsum sebagai bahan perekat untuk tembok. Ada banyak alasan mengapa lem gypsum lebih disukai oleh para kontraktor dan DIY-er dalam aplikasi perekatan tembok. Bagi anda yang ingin melakukan renovasi rumah atau membangun rumah baru, memilih lem gypsum sebagai bahan perekat tembok adalah pilihan yang baik untuk menghasilkan tembok yang tahan lama dan berkualitas tinggi.

Cara menggunakan lem gypsum dengan benar


lem gypsum

Lem gypsum atau lem tembok adalah bahan perekat yang digunakan untuk memasang papan gypsum pada dinding atau langit-langit. Bahan ini terbuat dari campuran serbuk gypsum dengan bahan kimia tertentu yang mampu membuat lem kuat dan tahan lama. Bagi pemula, mungkin belum tahu bagaimana cara menggunakan lem gypsum dengan benar. Oleh karena itu, berikut adalah langkah-langkah menggunakan lem gypsum dengan benar.

1. Persiapkan Bahan yang Dibutuhkan


persiapan lahan

Pertama-tama, persiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti papan gypsum, lem gypsum, air, kuas, dan sikat. Pastikan pula bahwa permukaan dinding atau langit-langit telah dipersiapkan, dicat dan rata.

2. Buat Campuran Lem Gypsum


campurkan lem gypsum dengan air

Selanjutnya, campurkan lem gypsum dengan air dalam wadah yang bersih dan kering. Perbandingan air dan lem gypsum biasanya 1 : 1 atau 1 : 2, tergantung dari tingkat kekentalan lem yang akan Anda gunakan. Aduk rata hingga campuran lem dan air tercampur sempurna.

3. Oleskan Lem Gypsum ke Papan Gypsum


oleskan lem gypsum ke papan gypsum

Selanjutnya, oleskan campuran lem gypsum yang sudah dibuat pada bagian belakang papan gypsum dengan kuas atau sikat. Pastikan Anda menyebar lem secara merata pada seluruh permukaan papan gypsum agar mampu merekat dengan kuat pada dinding atau langit-langit.

4. Pasang Papan Gypsum pada Dinding atau Langit-Langit


pasang papan gypsum pada dinding atau langit-langit

Selanjutnya, tempelkan papan gypsum yang telah dilapisi lem pada dinding atau langit-langit. Pastikan papan gypsum ditempel dengan rapi dan benar sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Setelah itu, tekan papan gypsum secara perlahan agar lekatan pada permukaan dinding atau langit-langit terjalin dengan kuat.

5. Rapikan Permukaan Papan Gypsum


rapikan permukaan papan gypsum

Selanjutnya, rapikan permukaan papan gypsum menggunakan kikir atau amplas. Pastikan Anda meratakan permukaan gypsum agar tidak terdapat bagian yang menggelombang. Setelah itu, biarkan lem gypsum mengering selama beberapa jam.

6. Finishing


finishing pada papan gypsum

Setelah gypsum terpasang dan kering, lakukan finishing untuk mendapatkan tampilan yang lebih halus. Caranya bisa dilakukan dengan mengecat atau menambahkan aksen sehingga papan gypsum lebih terlihat menarik.

Demikianlah beberapa cara menggunakan lem gypsum dengan benar. Pastikan Anda melakukannya dengan teliti dan hati-hati untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk pemula, mungkin terlihat sulit, tapi dengan latihan dan pengalaman, Anda mampu melakukannya dengan baik. Selamat mencoba!

Masalah Umum yang Mungkin Terjadi saat Menggunakan Lem Gypsum


masalah lem gypsum tembok

Menggunakan lem gypsum ke tembok dapat menghasilkan sebuah hasil kerja yang halus dan rapih, namun terdapat beberapa masalah yang mungkin terjadi saat melakukan proses pemasangan lem gypsum. Berikut adalah beberapa masalah umum yang mungkin terjadi saat menggunakan lem gypsum:

1. Waktu Pengeringan yang Tidak Konsisten


waktu pengeringan lem gypsum

Salah satu masalah umum yang mungkin terjadi saat menggunakan lem gypsum adalah waktu pengeringan yang tidak konsisten. Hal ini dapat terjadi karena suhu dan kelembaban ruangan yang berbeda-beda. Jika lem gypsum Anda mengalami kendala, maka cobalah untuk mengontrol suhu dan kelembaban ruangan agar konsisten dan menyebarkan lem dengan lebih tipis agar pengeringannya lebih cepat.

2. Tidak Rata dan Kasar


lem gypsum tidak rata

Tidak merata dan kasarnya lem gypsum yang telah diaplikasikan pada tembok dapat menyebabkan penampilan yang kurang rapi dan mempengaruhi daya tahan adhesi lem tersebut. Salah satu penyebab terjadinya warna dan tekstur yang tidak rata adalah aplikasi yang terlalu tebal. Pastikan bahwa lem gypsum yang diaplikasikan tidak terlalu tebal dan Anda bisa terus melapisi sampai mencapai ketebalan yang diinginkan.

3. Menjadi Bergerigi dan Celah


lem gypsum bergerigi

Bergerigi dan celah pada lem gypsum dapat terjadi ketika pemilik rumah mengaplikasikan putty dengan kelembaban yang salah atau bahkan tanpa mempertimbangkan apakah aplikasinya merata dan teratur atau tidak. Untuk menghindari masalah ini, pastikan Anda menggunakan aplikator lem gypsum dengan ketebalan yang sama pada seluruh permukaan tembok.

4. Munculnya Jamur pada Lem Gypsum


jamur lem gypsum

Munculnya jamur pada lem gypsum mungkin menjadi masalah umum yang dapat terjadi di daerah basah atau cuaca lembab seperti di Indonesia. Lem gypsum yang terkena kelembaban dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur, dan jika tidak cepat diatasi, akan merusak lapisan gypsum. Gunakan lem anti jamur dan periksa kelembaban ruangan sebelum mengaplikasikan lem, seiring dengan memotong sumber kelembaban yang dimungkinkan seperti kebocoran pipa.

5. Pelepasan Absolut


pelepasan absolut lem gypsum

Lem gypsum mungkin mengalami pelepasan yang sepenuhnya dari permukaan tembok atau pelepasan yang sebagian saja. Manfaatkan aplikator dan lem yang direkomendasikan dan pastikan bahwa permukaan tembok sudah bersih dan kering sebelum mengaplikasikannya. Setelah lem kering, periksa terlebih dahulu permukaan yang ditutupinya untuk memastikan bahwa lem bersandar secara menyeluruh, sebelum mengaplikasikan cat atau finishing lainnya.

6. Keausan pada Lem Gypsum


keausan lem gypsum

Lem gypsum mungkin memudar atau mengelupas seiring waktu, terutama di area yang sering terkena lembab dan dalam ruangan berkelembaban tinggi. Tambahkan cat pelindung untuk memperpanjang umur lem gypsum dan sebaiknya menggunakan lem yang dibuat khusus untuk area yang berisiko tinggi terhadap kelembaban atau air.

Kesimpulannya, menggunakan lem gypsum ke tembok dapat menghasilkan permukaan halus dan rapi jika dilakukan dengan benar. Namun, banyak masalah dapat terjadi jika menggunakan lem di tempat yang salah atau dalam kondisi kelembaban yang tidak cocok. Pastikan Anda mempersiapkan segala sesuatunya dengan benar sebelum mulai mengaplikasikan lem, dan mengontrol faktor seperti kelembaban dan suhu untuk mencapai hasil terbaik.

Alternatif Pengganti Lem Gypsum pada Pemasangan Drywall


Alternatif pengganti lem gypsum pada pemasangan drywall

Jika Anda sedang melakukan pemasangan drywall di rumah atau gedung, maka kemungkinan besar Anda membutuhkan lem gypsum yang digunakan sebagai perekat antara dua lembar drywall. Akan tetapi, beberapa orang mungkin menghindari penggunaan lem gypsum karena beberapa alas an seperti biaya, keberadaan di pasaran, atau kesulitan dalam proses pemasangan. Untuk itu, artikel ini akan membahas beberapa alternatif pengganti lem gypsum pada pemasangan drywall yang dapat menjadi solusi untuk masalah-masalah tersebut.

1. Joint Compound


Joint Compound

Alternatif pertama yang dapat digunakan sebagai pengganti lem gypsum adalah joint compound atau turap. Joint compound digunakan dalam proses finishing drywall, tetapi juga dapat digunakan sebagai perekat. Bahan ini mudah didapatkan di pasaran, dan biayanya lebih terjangkau daripada lem gypsum.

Namun, joint compound membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengering daripada lem gypsum sehingga proses pemasangan membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, joint compound tidak tahan air dengan baik.

2. Construction Adhesive


Construction Adhesive

Alternatif kedua yang bisa digunakan adalah Construction adhesive atau perekat konstruksi yang umum digunakan dalam pemasangan benda-benda berat, seperti meja atau kursi. Construction adhesive bisa menjadi alternatif pengganti lem gypsum karena mudah diaplikasikan dan tidak memerlukan waktu lama untuk mengering.

Namun, biaya construction adhesive cenderung lebih tinggi daripada lem gypsum, dan perekat ini kurang fleksibel sehingga tidak cocok untuk drywall yang harus dipindahkan atau diganti di kemudian hari.

3. Tape and Fasteners


Tape and Fasteners

Alternatif ketiga adalah dengan menggunakan tape dan fasteners atau penjepit pada pemasangan drywall. Tape digunakan untuk menahan fastener, dan bersama-sama mereka menciptakan hubungan mekanis yang kuat antara dua lembar drywall. Proses pemasangan drywall dengan menggunakan tape dan fasteners kurang mengandalkan bahan perekat dan lebih mengandalkan kekuatan mekanis untuk menjaga kestabilan.

Alternatif ini relatif murah dan lebih tahan air daripada joint compound. Selain itu, jika ada perubahan pada drywall, tapedan fasteners dapat dengan mudah dipindahkan atau diganti.

4. Liquid Nails


Liquid Nails

Alternatif keempat adalah Liquid Nails, merek dagang perekat konstruksi yang digunakan sebagai pengganti lem gypsum. Liquid Nails memiliki banyak keuntungan, seperti mudah diaplikasikan, tahan lama, dan memiliki daya rekat yang kuat.

Namun, harga Liquid Nails relatif lebih mahal daripada joint compound dan fasteners. Selain itu, penggunaan Liquid Nails memerlukan waktu pengeringan yang lebih lama dibandingkan dengan construction adhesive.

5. Selongsong Drywall Tanpa Lem


Selongsong Drywall Tanpa Lem

Alternatif kelima adalah penggunaan selongsong drywall tanpa lem. Selongsong drywall adalah bagian dari sistem pemasangan kering yang populer karena kemudahan penggunaannya dan hasil yang rapi.

Pada selongsong drywall, ada pengunci khusus yang digunakan untuk mengunci dua lembar drywall bersama-sama tanpa memerlukan bahan perekat lainnya. Selongsong drywall juga memiliki sistem perlindungan kebakaran sehingga dianggap lebih aman.

Akan tetapi, selongsong drywall cenderung lebih mahal daripada lem gypsum dan proses pemasangannya memerlukan sedikit waktu dan keterampilan untuk memastikan kestabilan dan kualitasnya.

Itulah beberapa alternatif pengganti lem gypsum pada pemasangan drywall yang dapat menjadi solusi untuk berbagai masalah, seperti biaya dan kesulitan dalam proses pemasangan. Namun, sebelum memilih alternatif yang tepat, pastikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, waktu, dan kekuatan mekanis yang dibutuhkan untuk memastikan hasil yang optimal dari pemasangan drywall Anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *