Gambar Kerja Bangunan: Panduan Teknik Lengkap untuk Arsitek dan Kontraktor

Pengertian dan Fungsi Gambar Kerja Bangunan


gambar kerja bangunan indonesia

Gambar kerja bangunan adalah tampilan visual yang disusun secara sistematis untuk menunjukkan rancangan bangunan secara detail. Rancangan yang terdapat pada gambar kerja bangunan meliputi denah, tampak, potongan, detail, dan spesifikasi teknis lainnya. Gambar kerja bangunan adalah salah satu instrumen penting dalam pembangunan, karena pada tahapan pembangunan, gambar kerja bangunan yang digunakan sebagai pedoman, serta acuan bagi para ahli bangunan untuk merancang dan mengembangkan rencana bangunan dengan baik.

Jika dilihat dari sudut pandang fungsi, gambar kerja bangunan memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai Pedoman Pelaksanaan Pembangunan
Gambar kerja bangunan menjadi acuan utama bagi para ahli bangunan dalam menyiapkan rencana pelaksanaan pembangunan bangunan. Dalam gambar kerja bangunan, detail yang terdapat mulai dari tata letak, material yang digunakan, hingga metode pelaksanaannya akan tertuang secara rinci sehingga dapat diikuti oleh setiap pelaksanaan pembangunan dengan mudah.

2. Sebagai Media Komunikasi
Gambar kerja bangunan juga merupakan media komunikasi antara arsitek, insinyur sipil, kontraktor, dan berbagai pihak terkait dalam sebuah proyek bangunan. Dalam gambar kerja bangunan, informasi yang diperlukan seperti spesifikasi material, volume, gambar detil, data teknis dan informasi lainnya sangatlah penting untuk dapat dikomunikasikan dengan baik. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai koordinasi yang baik di antara pihak-pihak terkait.

3. Sebagai Alat Pengontrol Mutu
Dalam pelaksanaan pembangunan, gambar kerja bangunan juga berfungsi sebagai alat pengontrol mutu. Ketika gambar kerja bangunan diikuti dengan baik, maka izin pembangunan dan perizinan lainnya dapat diperoleh dengan mudah. Selain itu, kualitas dan kuantitas pekerjaan dapat diawasi dengan baik, sehingga meminimalisir kemungkinan adanya pemborosan bahan dan biaya yang tidak diperlukan.

4. Sebagai Penunjang dalam Pembuatan Dokumen dan Laporan
Gambar kerja bangunan juga sangat membantu dalam penyusunan laporan proyek bangunan. Semua gambar yang meliputi denah, tampak, potongan, dan detail-detail bisa digunakan sebagai alat untuk menyusun dokumen laporan yang rinci dan efektif.

Jadi, semakin kompleks dan besar sebuah proyek bangunan, semakin banyak dan penting pula fungsi gambar kerja bangunan sebagai instrumen yang sangat penting selama pelaksanaan pembangunan. Dalam pembuatan gambar kerja bangunan, kesalahan kecil bisa menimbulkan dampak yang besar pada tahap selanjutnya, sedangkan pemilihan teknologi, bahan, dan metode pelaksanaan yang sesuai dalam gambar kerja bangunan yang baik akan sangat membantu memastikan kelancaran pembangunan secara keseluruhan.

Langkah-Langkah Membuat Gambar Kerja Bangunan


Langkah-Langkah Membuat Gambar Kerja Bangunan

Langkah-langkah membuat gambar kerja bangunan seringkali dianggap sebagai proses yang sulit. Namun, jika mengikuti petunjuk dan panduan yang diberikan dengan tepat, maka membuat gambar kerja bangunan bisa menjadi tugas yang mudah dan menyenangkan. Bagaimanapun, gambar kerja bangunan adalah penting untuk menjamin hasil pembangunan yang baik dan harga jual yang tinggi.

Berikut adalah beberapa langkah-langkah untuk membuat gambar kerja bangunan yang dapat diikuti:

1. Mengukur dan menggambar denah

Langkah pertama dalam membuat gambar kerja bangunan adalah mengukur luas tanah yang akan digunakan untuk pembangunan. Selanjutnya, gambar denah rumah atau bangunan yang akan dibangun di atas bidang tanah tersebut. Hal ini harus dilakukan dengan cermat dan akurat agar struktur bangunan bisa berdiri dengan kokoh.

2. Menentukan arsitektur bangunan

Setelah menentukan denah, langkah selanjutnya adalah menentukan gaya arsitektur bangunan. Ada beberapa tipe arsitektur yang dapat dipilih seperti minimalis, modern, atau tradisional. Namun, tipe arsitektur yang dipilih harus sesuai dengan kondisi lingkungan, gaya hidup si pemilik, dan bujet yang tersedia untuk pembangunan. Identifikasi elemen arsitektur yang ingin dimasukkan dalam bangunan seperti atap, dinding, jendela, dan pintu. Selanjutnya, gambar rancangan arsitektur dengan menggunakan teknik sketsa manual atau aplikasi desain seperti AutoCAD dan SketchUp.

3. Membuat gambar struktur bangunan

Setelah merancang arsitektur, tahap selanjutnya adalah membuat gambar struktur bangunan. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan cara cara konstruksi bangunan dalam detail. Gambar struktur bangunan yang dibuat terdiri dari tiga jenis gambar, yaitu:

a. Gambar Pondasi

Gambar pondasi menjelaskan dimensi, bentuk, dan material yang akan digunakan untuk membuat pondasi. Pondasi adalah dasar dari sebuah bangunan dan harus sangat kuat.

b. Gambar Rencana Lantai

Gambar rencana lantai menunjukan detail pembagian ruangan pada setiap lantai bangunan. Hal ini membantu untuk menentukan luas setiap ruangan, posisi jendela dan pintu.

c. Gambar Struktur Atap

Gambar struktur atap menjelaskan kontur atap, bahan yang digunakan, dan teknik pemasangan atap. Ini termasuk detail seperti bagaimana atap akan menempel pada top plate, dan cara menghubungkan atap ke dinding.

4. Membuat Gambar Detail

Gambar detail menjelaskan detail konstruksi bangunan yang rumit dan tidak terlihat pada gambar struktur bangunan seperti detail pada plafon, pemilihan material, dan detail untuk lis profil.

Untuk menyelesaikan gambar kerja bangunan, tambahkan spesifikasi pekerjaan bangunan seperti daftar harga dan bahan. Karena gambar kerja bangunan bersifat teknis, seorang arsitek atau insinyur sipil harus melihat hasil akhir dari gambar kerja bangunan sebelum konstruksi dimulai.

Jadi, itulah tahapan gambar kerja bangunan yang penting untuk dilakukan. Meskipun sulit, hasil akhir resultatsampai akhirnya sangat memuaskan. Selain itu, gambar kerja bangunan membantu Anda untuk memiliki konsep yang lebih jelas mengenai jenis bangunan yang akan dibangun.

Jenis-Jenis Gambar Kerja Bangunan


Plumbing Plan Gambar Kerja Bangunan

Dalam setiap proyek bangunan, gambar kerja sangat penting untuk memudahkan para kontraktor, tukang, dan penyedia jasa terkait untuk memahami rencana dan rancangan pembangunan yang akan dijalankan. Tanpa gambar kerja bangunan yang jelas, proyek renovasi atau pembangunan rumah bisa menjadi sulit dan memakan waktu yang lebih lama dari yang seharusnya.

Berikut adalah beberapa jenis gambar kerja bangunan yang perlu diketahui:

1. Gambar Arsitektur


Architectural Drawing Gambar Kerja Bangunan

Gambar arsitektur adalah gambar kerja yang menunjukkan rancangan dan tata letak bangunan yang akan dibangun. Dalam gambar arsitektur, terdapat detail seperti ukuran bangunan, bahan bangunan, dan bentuk atap yang akan digunakan. Gambar arsitektur juga mencakup detail interior bangunan seperti desain kamar mandi, dapur, dan ruang tamu. Gambar ini sangat penting, karena menjadi dasar untuk membuat gambar kerja bangunan lainnya.

2. Gambar Struktur


Structural Drawing Gambar Kerja Bangunan

Gambar struktur adalah gambar kerja yang menunjukkan detail konstruksi dan struktur bangunan yang akan dibangun. Dalam gambar struktur, terdapat detail seperti ukuran balok, kolom, dan tiang yang akan digunakan, serta posisi dan jumlah kabel bawah tanah dan saluran pipa.

3. Gambar Plumbing


Plumbing Drawing Gambar Kerja Bangunan

Gambar Plumbing adalah gambar kerja yang menunjukkan rute dan ukuran pipa air bersih dan kotor, posisi toilet, shower, dan wastafel di dalam bangunan, serta rute dan posisi pipa pembuangan air dan instalasi air.

Gambar ini sangat penting untuk memastikan bahwa sistem plumbing yang dibangun sesuai dengan standar dan kode bangunan setempat. Dengan mengikuti gambar kerja plumbing yang tepat, akan memudahkan kontraktor dan teknisi saat melakukan instalasi dan perbaikan sistem plumbing.

4. Gambar Mekanikal


Mechanical Engineering Drawing Gambar Kerja Bangunan

Gambar mekanikal adalah gambar kerja yang menunjukkan detail sistem mekanikal dalam bangunan seperti sistem instalasi pendingin udara (AC), sistem pemanas, dan sistem ventilasi.

Gambar mekanikal juga mencakup detail mengenai posisi dan bentuk instalasi air dan gas pada sistem pemanas dan posisi dan tipe AC yang akan digunakan. Dengan memahami rancangan gambar mekanikal yang tepat, maka para teknisi akan dengan mudah melakukan instalasi dan pengujian sistem pendingin, pemanas, dan ventilasi.

5. Gambar Elektrikal


Electrical Power Engineering Gambar Kerja Bangunan

Gambar Elektrikal adalah gambar kerja yang menunjukkan rute dan pemasangan kabel listrik dalam bangunan, serta detail tentang posisi stop kontak, saklar, dan instalasi lampu di dalam bangunan.

Gambar ini sangat penting untuk memastikan bahwa instalasi listrik yang dibangun sesuai dengan standar dan kode bangunan setempat. Dengan mengikuti gambar kerja Elektrikal yang tepat, maka para teknisi listrik akan dengan mudah melakukan instalasi dan pengujian sistem listrik dalam bangunan.

Cara Membaca Gambar Kerja Bangunan


Cara Membaca Gambar Kerja Bangunan

Menentukan dan memahami gambar kerja bangunan adalah langkah awal yang penting sebelum memulai pembangunan apapun. Seorang arsitek, insinyur, atau kontraktor harus bisa membaca gambar kerja bangunan dengan benar agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Di Indonesia sendiri, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam membaca gambar kerja bangunan. Berikut ini adalah cara membaca gambar kerja bangunan di Indonesia.

1. Memahami Denah

Denah merupakan gambar kerja bangunan pada suatu bangunan atau ruangan secara keseluruhan. Di dalam denah, terdapat informasi tentang letak pintu, jendela, kamar, atau ruangan lainnya. Biasanya, denah dibuat dengan skala tertentu. Skala tersebut menunjukkan perbandingan antara ukuran sebenarnya dengan ukuran gambar. Cara membaca denah yaitu dengan memperhatikan simbol dan keterangan yang terdapat dalam gambar kerja. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan arah Pandangan.

2. Membaca Rencana Tata Letak


Tata letak gedung perkantoran

Tata letak merupakan penempatan elemen dalam suatu bangunan atau ruangan. Rencana tata letak digunakan untuk memperlihatkan posisi dari elemen-elemen tersebut. Misalnya, lemari, meja, dan kursi pada ruangan kantor. Tata letak dapat dibuat dalam beberapa skala dan sifat bangunannya. Cara membaca rencana tata letak yaitu dengan memperhatikan arah pandangan, skala, simbol, dan keterangan.

3. Membaca Rencana Fasad


Fasad gedung mahasiswa

Fasad adalah gambar kerja bangunan yang memperlihatkan tampak depan, samping dan belakang bangunan. Rencana fasad memperlihatkan detail estetika dari suatu bangunan. Fasad dapat dibuat dengan beberapa pemilihan skala.

4. Membaca Rencana Potongan


ruang potong

Rencana potongan adalah gambar kerja bangunan yang memperlihatkan detail detail suatu bangunan atau ruangan dalam bentuk potongan. Potongan bisa dilakukan pada jendela, pintu, atap, dinding, atau struktur bangunan lainnya. Rencana potongan berfungsi menggambarkan detail jelas pada bangunan yang sulit dilihat dalam bentuk denah, seperti bagian dalam dinding. Agar bisa membaca rencana potongan dengan benar, Anda harus memperhatikan arah pandang, simbol, keterangan, dan detail khusus.

Dalam membaca gambar kerja bangunan, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal penting lainnya, seperti ukuran skala, tata letak, plan detail, jelasnya detail, spesifikasi material, serta spesifikasi konstruksi. Dengan memahami hal-hal tersebut, Anda akan dapat melewati tahap-tahap pembangunan tanpa mengalami kesulitan.

Kesalahan Umum dalam Pembuatan Gambar Kerja Bangunan


kesalahan pembuatan gambar kerja bangunan

Pembuatan gambar kerja bangunan, dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan istilah gambar kerja arsitek atau disingkat GKAS, merupakan salah satu tahap penting dalam proses pembangunan suatu gedung atau bangunan lainnya. Gambar kerja ini akan menjadi acuan bagi tukang maupun arsitek dalam proses pembangunan dan harus dibuat secara akurat dan detail. Namun, seringkali, ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan oleh arsitek atau pelaksana proyek dalam pembuatan gambar kerja bangunan. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan umum tersebut:

  1. Tidak memperhitungkan aspek keamanan dan kenyamanan penghuni

    tidak memperhitungkan aspek keamanan dan kenyamanan penghuni

    Salah satu kesalahan umum dalam pembuatan gambar kerja bangunan adalah tidak memperhitungkan aspek keamanan dan kenyamanan penghuni. Beberapa contoh dari hal ini adalah tidak memasang tangga darurat, ventilasi yang kurang memadai, dan pintu serta jendela yang tidak cukup aman. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi penghuni gedung, dan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan atau bahkan korban jiwa.

  2. Tidak memperhatikan kondisi lingkungan

    tidak memperhatikan kondisi lingkungan

    Kesalahan selanjutnya adalah tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar gedung. Hal ini meliputi bencana alam seperti banjir atau gempa bumi. Jika tidak mempertimbangkan hal ini, bisa saja terjadi kerusakan pada gedung yang sangat besar dan membahayakan penghuni gedung.

  3. Tidak memperhitungkan anggaran dengan baik

    tidak memperhitungkan anggaran dengan baik

    Kesalahan umum lainnya adalah tidak memperhitungkan anggaran dengan baik. Dalam pembangunan suatu gedung, anggaran merupakan hal yang sangat penting untuk diperhitungkan. Jika terjadi kelebihan dalam anggaran, maka hal itu akan menganggu keuangan perusahaan maupun individu, tetapi jika terlalu kekurangan anggaran maka kualitas bangunan akan menurun.

  4. Tidak memperhatikan jenis material yang digunakan

    tidak memperhatikan jenis material yang digunakan

    Kesalahan lain adalah tidak memperhatikan jenis material yang digunakan. Hal ini meliputi jenis bahan bangunan, seperti bata merah, beton, atau kayu. Jenis bahan bangunan ini harus diperhitungkan dengan baik karena akan menentukan kualitas gedung dan tahan lama atau tidaknya bangunan tersebut. Jadi, harus diperhatikan kualitas dan keandalan dari bahan tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan atau kecelakaan.

  5. Tidak konsisten dengan ukuran

    tidak konsisten dengan ukuran

    Terakhir, adalah kesalahan tidak konsisten dengan ukuran. Hal ini dapat terjadi apabila gambar kerja bangunan tidak konsisten dengan ukuran aslinya. Misalnya, tinggi dinding yang seharusnya harus satu setengah meter menjadi dua setengah meter. Hal ini tentu dapat berdampak buruk pada kualitas bangunan dan keselamatan penghuninya.

Dari beberapa kesalahan umum tersebut sebaiknya perusahaan atau individu yang hendak mengeksekusi sebuah proyek pengebangunan gedung, harus sangat teliti dan memperhatikan setiap hal yang di perlukan dalam pembuatan gambar kerja bangunan agar pembangunan bangunan yang di kerjakan aman dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *