Memahami Detail Gambar Curtain Wall di Indonesia

Pengertian curtain wall


curtain-wall

Curtain Wall adalah elemen bangunan berupa dinding penahan elemen-elemen lingkungan luar yang disambungkan pada bagian struktural bangunan. Elemen ini memiliki fungsi untuk menjaga agar bangunan tetap terisolasi terhadap cuaca dan suara. Curtain Wall juga berfungsi sebagai cover pelindung agar bagian dalam gedung dan bangunan terhindar dari kerusakan karena faktor lingkungan. Konsep dari Curtain Wall sangat bergantung pada bangunan dan struktur apapun yang akan dibangun. Elemen dinding ini juga dapat bersifat translusen untuk meningkatkan pencahayaan alami pada bangunan

Suatu Curtain Wall umumnya berfungsi sebagai elemen penghubung atau pemisah antara tiga lingkungan utama di dalam gedung atau bangunan, yaitu angin luar, udara dalam ruang, dan elemen-elemen penahan luar seperti hujan, awan, debu, dan polusi. Seiring dengan kemajuan teknologi, Curtain Wall kini dirancang dengan menggunakan banyak material seperti kaca dan aluminium untuk mempercepat proses pembangunan.

Kaca merupakan bahan dasar yang sering digunakan dalam pembuatan Curtain Wall karena mempunyai sifat yang transparan dan bersifat kedap suara. Selain itu, kaca juga mampu menyerap cahaya matahari secara optimal sehingga dapat menghasilkan penerangan alami dan mengurangi penggunaan lampu di dalam bangunan. Sedangkan aluminium digunakan sebagai bagian rangka dan fitting untuk memperkuat kestabilan Curtain Wall, serta memberikan tampilan yang modern dan estetik.

Dalam konstruksi Curtain Wall, terdapat beberapa bagian yang wajib diperhatikan seperti panel, adhesive, struktur, sealant dan angker. Panel merupakan elemen penahan luar yang umumnya terbuat dari kaca berlapis tebal yang didukung oleh rangka alumunium dengan variasi desain yang berbeda-beda. Adhesive berfungsi untuk merekatkan panel dan rangka pada body bangunan dan melindungi dari gesekan. Struktur merupakan jaringan struktural yang berfungsi sebagai penyambung panel dan rangka, yang secara aktif dipakai untuk mendukung berat dan tekanan yang ditimbulkan di elemen Curtain Wall. Sealant adalah pelumas pada rangka alumunium yang berfungsi sebagai pengaman dan pelindung dari debu dan air yang masuk ke dalam bagian Curtain Wall. Angker merupakan kawat baja yang digunakan sebagai pengunci pada rangka alumunium agar lebih terjaga dari goyangan dan guncangan bangunan.

Konstruksi Curtain Wall tidak hanya berfungsi sebagai penahan elemen-elemen lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika. Melalui pengembangan desain, warna dan tekstur, Curtain Wall dapat memberikan tampilan estetika dan keindahan yang lebih pada bangunan. Teknologi mutakhir saat ini memungkinkan pembuatan Curtain Wall dengan desain berwarna-warni, dengan variasi tekstur yang unik seperti batu alam atau kayu.

Dalam perkembangannya, konstruksi menggunakan Curtain Wall mulai populer di sektor industri atau perkantoran, tepatnya pada gedung-gedung pencakar langit yang memiliki tinggi lebih dari 30 meter. Di Indonesia, Curtain Wall mulai banyak diterapkan pada restoran, hotel, toko ritel, dan gedung perkantoran. Selain memberikan tampilan bangunan yang modern dan eksklusif, Curtain Wall juga membantu mengurangi penggunaan listrik dan energi, serta mengurangi emisi karbon dioksida.

Kelebihan dan kekurangan curtain wall


Curtain wall Design Indonesia

Sebagai salah satu elemen penting pada desain bangunan modern, curtain wall memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan untuk menggunakannya pada bangunan kita. Berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan.

Kelebihan Curtain Wall


Curtain Wall Indonesia

1. Tampilan yang Modern dan Menarik
Curtain wall hadir dengan berbagai macam material dan bentuk, sehingga dapat memberi tampilan modern yang menarik pada bangunan kita. Sekarang ini, kita bisa menemukan curtain wall dengan warna dan corak yang beraneka ragam, bahkan ada yang dilengkapi dengan teknologi LED yang memungkinkan kita untuk menampilkan tampilan yang lebih kreatif dan menarik.

2. Daya Tahan yang Tinggi
Curtain wall terbuat dari material yang berkualitas tinggi, seperti aluminum dan kaca tempered yang memiliki kekuatan dan daya tahan yang cukup tinggi. Selain itu, curtain wall juga mampu menahan beban angin dan gempa bumi, sehingga cukup aman digunakan pada bangunan tinggi dan besar.

3. Efisiensi Energi yang Lebih Baik
Curtain wall dilengkapi dengan teknologi Low-E glass yang dapat mengurangi panas dan sinar UV masuk ke bangunan. Hal ini membuat penggunaan pencahayaan dan pendingin ruangan menjadi lebih efisien, sehingga dapat menghemat biaya listrik dalam jangka panjang.

4. Pemasangan yang Cepat dan Mudah
Curtain wall terdiri dari panel-panel yang telah diproduksi di pabrik, sehingga memudahkan dan mempercepat proses pemasangan di lapangan. Selain itu, pemasangan curtain wall juga tidak memerlukan alat dan mesin yang rumit, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu pengerjaan.

Kekurangan Curtain Wall


Curtain wall Indonesia drawings

1. Harga yang Mahal
Curtain wall terbuat dari material yang berkualitas tinggi, sehingga memiliki harga yang cenderung lebih mahal dibandingkan dengan elemen bangunan lainnya. Selain itu, biaya pemasangan dan maintenance dari curtain wall juga cukup tinggi, sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk menggunakannya pada bangunan kita.

2. Perawatan yang Rumit
Curtain wall terbuat dari material yang cenderung rapuh dan mudah tergores, sehingga membutuhkan perawatan dan perbaikan yang lebih sering dibandingkan dengan elemen bangunan lainnya. Hal ini akan memperbesar biaya maintenance yang perlu kita keluarkan dalam jangka panjang.

3. Potensi Kegagalan Struktur
Curtain wall memiliki risiko kegagalan struktur, terutama pada bangunan yang memiliki tinggi dan luas yang besar. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan cuaca yang ekstrem, kegagalan instalasi atau desain, dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan dan pengawasan yang ketat selama proses pembangunan dan selama masa pakai bangunan.

Dalam memilih dan menggunakan curtain wall, ada baiknya kita mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dengan matang. Pastikan kita memilih material dan merancang sistem yang tepat dan aman untuk digunakan pada bangunan kita. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Komponen dalam detail curtain wall


Detail Curtain Wall

Curtain wall adalah metode eksterior yang digunakan untuk mendukung dinding luar bangunan yang tidak bertindak sebagai bagian integral dari struktur. Selain memberikan proteksi dari elemen cuaca, curtain wall dapat menyediakan isolasi akustik dan termal dan dapat juga meningkatkan estetika bangunan. Terdapat beberapa komponen di dalam detail curtain wall di Indonesia, yaitu:

1. Structural Frame


Structural Frame

Frame struktural pada sistem curtain wall merupakan salah satu komponen yang sangat penting karena bertanggung jawab atas menahan beban dan kekuatan angin. Frame struktural pada curtain wall dapat terbuat dari berbagai bahan seperti logam, aluminium, baja, dan beton. Secara umum, aluminium digunakan karena lebih ringan dan tahan korosi.

2. Glazing


Glazing

Komponen selanjutnya dalam detail curtain wall adalah glazing. Glazing dapat disebut sebagai komponen utama dalam curtain wall karena berfungsi sebagai elemen transparan pada dinding luar bangunan. Pemilihan jenis glazing harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti pengurangan panas yang terpantul, ketahanan terhadap kekuatan angin, serta perlindungan terhadap sinar UV.

Saat ini, jenis glazing yang paling umum digunakan pada curtain wall di Indonesia adalah kaca laminasi atau tempered glass. Kedua jenis kaca ini dapat memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap benturan dan kekuatan angin.

3. Insulation


Insulation

Insulation atau material isolasi sangat penting dalam detail curtain wall, khususnya bahan yang digunakan untuk menutup celah udara dan tahan terhadap panas atau dingin. Material isolasi yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tidak merusak lingkungan seperti polystyrene, polyurethane, atau rockwool.
Selain itu, pemilihan insulation juga harus memperhatikan tingkat kebakaran, pencahayaan, dan sirkulasi udara di dalam ruangan. Oleh karena itu, pemilihan material isolasi harus disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan penghuni ruangan.

4. Air Barrier


Air Barrier

Air Barrier merupakan lapisan pelindung yang digunakan untuk mencegah kebocoran udara dari luar. Bahan air barrier yang digunakan pada curtain wall di Indonesia harus tahan terhadap cuaca dan tidak mudah rusak oleh sinar UV dan oksidasi. Material yang sering digunakan pada lapisan air barrier antara lain membrane polimer, lem aspal, dan caulk.

Jenis-jenis Curtain Wall


Jenis-Jenis Curtain Wall

Curtain wall merupakan elemen penting dalam konstruksi bangunan modern yang menjadi pilihan banyak arsitek karena memberi tampilan elegan serta dapat menjaga dan melindungi ruang dalam bangunan dari pengaruh buruk keadaan cuaca dan polusi. Di Indonesia, beberapa jenis curtain wall yang digunakan, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan sesuai dengan kebutuhan dan desain bangunan yang diinginkan. Berikut ini adalah empat jenis curtain wall yang paling umum digunakan di Indonesia.

1. Curtain Wall Baja Ringan


Curtain Wall Baja Ringan

Curtain wall baja ringan merupakan jenis curtain wall yang menggunakan rangka baja, ringan namun cukup kuat. Curtain wall jenis ini biasanya digunakan pada bangunan bertingkat dan juga pada bangunan komersial seperti mal dan hotel. Kelebihan dari jenis curtain wall ini adalah lebih hemat biaya karena penggunaan material baja ringan, tetapi juga bisa memberikan hasil yang lebih baik dan lebih cepat dibandingkan jenis curtain wall lain.

2. Curtain Wall Aluminium


Curtain Wall Aluminium

Sebagai alternatif dari curtain wall baja ringan, Curtain wall yang terbuat dari aluminium juga cukup populer dan banyak digunakan di Indonesia. Curtain wall jenis ini lebih ringan dan tahan korosi serta mudah dipasang. Kelemahan dari jenis curtain wall ini adalah harganya yang sedikit lebih mahal dari jenis baja ringan.

3. Curtain Wall Kaca


Curtain Wall Kaca

Curtain wall kaca merupakan jenis curtain wall yang sangat popular dan sering digunakan di banyak bangunan di Indonesia. Keunggulan dari curtain wall jenis kaca adalah dapat memperindah tampilan bangunan dan memberikan pencahayaan alami ke dalam ruangan. Pada bangunan bertingkat, curtain wall kaca juga bisa menjadikan bangunan terbuka, ringan, dan indah.

4. Curtain Wall Batu Alam


Curtain Wall Batu Alam

Curtain wall batu alam adalah jenis curtain wall yang menggunakan bahan alami batu alam untuk memberikan tampilan klasik dan elegan pada bangunan. Curtain wall jenis ini terlihat lebih kokoh dan tahan lama, juga dapat memberikan kesan yang berbeda dan memberikan nilai estetika yang tinggi. Namun, kelemahan dari curtain wall batu alam adalah harganya yang lebih mahal daripada jenis curtain wall lainnya.

Dalam memilih jenis curtain wall, arsitek harus mempertimbangkan kebutuhan estetika dan fungsional yang berkaitan dengan tampilan, keandalan dan perawatan bangunan. Bagaimanapun, pemilihan jenis yang tepat akan menjamin keindahan dan kenyamanan penghuni bangunan serta akan menambah nilai komersialnya.

Cara Instalasi Curtain Wall


Cara Instalasi Curtain Wall

Curtain wall adalah sistem dinding luar bangunan, terdiri dari panel-panel yang membentuk rangka metal atau non metal dengan kaca atau material transparan lainnya, untuk menutupi bagian luar bangunan. Curtain wall biasanya lebih mudah terlihat pada gedung-gedung modern dan bertingkat tinggi. Dalam bentuknya yang penuh warna dan aksen, curtain wall tidak hanya berfungsi estetika, tetapi juga berfungsi untuk memberikan penghematan energi. Mengenal lebih detil tentang cara instalasi curtain wall adalah penting, bagi mereka yang ingin memasang sistem ini pada bangunan mereka.

Sebelum melakukan instalasi curtain wall, pastikan Anda mengetahui standar desain bangunan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Setelah itu, lakukan hal berikut:

1. Pemasangan Balok Aluminium

Pemasangan Balok Aluminium

Pasang balok aluminium pada bagian bawah dinding pendukung di mana sistem aluminium curtain wall akan dibangun. Pastikan bahwa pengaturan dan lokasi balok aluminium telah sesuai dengan standar desain bangunan dan peraturan yang berlaku.

2. Pemasangan Frane Aluminium

Pemasangan Frane Aluminium

Setelah memasang balok aluminium, langkah selanjutnya adalah memasang frane aluminium pada balok aluminium. Pastikan frane aluminium telah dipotong dengan sesuai pada ukuran yang dibutuhkan, lalu pasang frame aluminium ke balok aluminium. Jangan lupa untuk memasang sealant di antara frane aluminium dan balok alominium, untuk memastikan sambungan yang rapat dan kedap air.

3. Pemasangan Kaca

Pemasangan Kaca

Setelah memasang frame aluminium, selanjutnya adalah memasang kaca pada frane aluminium dengan pengaturan yang telah ditentukan. Pastikan bahwa kaca telah dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, dan juga diberi sealant di antara kaca dan frane aluminium. Pemasangan kaca harus dilakukan dengan hati-hati, untuk menghindari kerusakan kaca saat dipasang atau selama proses instalasi.

4. Penyelesaian Instalasi

Penyelesaian Instalasi

Setelah selesai memasang kaca pada frane aluminium, pastikan bahwa sistem curtain wall telah terpasang dengan baik dan semua sambungan telah disegel dengan cara yang benar dan sesuai dengan standar desain bangunan dan peraturan yang berlaku. Selain itu, lakukan juga perawatan dan perbaikan secara berkala, untuk menjaga penampilannya tetap terawat dan berfungsi dengan baik.

Perawatan Curtain Wall


Perawatan Curtain Wall

Curtain wall adalah sistem dinding luar bangunan yang membutuhkan perawatan secara berkala, untuk menjaga kualitasnya dan memberikan perlindungan terhadap kondisi cuaca ekstrem, kotoran, dan kerusakan yang mungkin terjadi seiring waktu. Berikut adalah beberapa tips tentang cara merawat curtain wall yang dapat membantu memperpanjang umur sistem dan membuat tampilan bangunan tetap prima:

1. Bersihkan Secara Rutin

Bersihkan Secara Rutin

Langkah pertama dalam merawat curtain wall adalah dengan membersihkannya secara rutin. Ada banyak pembersih yang tersedia di pasaran, namun gunakanlah sesuai dengan merek dan komposisi bahan yang terdapat pada curtain wall Anda. Pastikan untuk membersihkan semua sisi curtain wall dengan hati-hati, termasuk bagian-bagian yang sulit dijangkau, seperti sudut atau lipatan.

2. Lakukan Inspeksi Rutin

Lakukan Inspeksi Rutin

Jangan lupa untuk melakukan inspeksi secara rutin. Periksa semua sambungan, baut atau sekrup pada sistem curtain wall dan pastikan tidak ada yang kendur atau rusak. Catat setiap kerusakan yang mungkin Anda temukan selama proses tersebut, dan segera lakukan perbaikan jika diperlukan.

3. Lakukan Perbaikan Yang Dibutuhkan

Lakukan Perbaikan Yang Dibutuhkan

Jika selama proses inspeksi ditemukan kerusakan pada sistem curtain wall, lakukan perbaikan sesegera mungkin. Jangan menunda-nunda perbaikan, yang dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang lebih mahal.

4. Lakukan Penggantian Kaca

Lakukan Penggantian Kaca

Pada kasus tertentu, kaca pada sistem curtain wall mungkin pecah atau rusak. Jika itu terjadi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan penggantian kaca secara cepat dan sangat hati-hati, untuk menghindari kerusakan yang lebih lanjut pada benda dan orang yang berada di dekatnya. Pastikan bahwa kaca yang digunakan sesuai dengan standar desain bangunan dan peraturan yang berlaku.

5. Gunakan Jasa Ahli

Gunakan Jasa Ahli

Jika ada kerusakan atau masalah yang lebih serius pada sistem curtain wall, disarankan untuk menggunakan jasa ahli dalam merawat atau memperbaikinya, agar diperoleh hasil yang optimal. Biasanya, perawatan dan perbaikan sistem curtain wall dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman dalam merancang dan memasang sistem tersebut. Konsultasikan masalah Anda dengan ahli yang terlatih dan terpercaya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *