Memahami Fungsi Deaerator pada Industri di Indonesia

Pengertian Deaerator


Deaerator Indonesia

Deaerator adalah suatu alat yang digunakan untuk menghilangkan oksigen dan gas-gas terlarut lain dari air umpan yang digunakan dalam suatu sistem boiler. Oksigen yang terlarut dalam air umpan akan menyebabkan korosi pada peralatan boiler. Selain itu, terdapat gas-gas terlarut lain, seperti karbon dioksida dan nitrat yang akan menimbulkan kerusakan pada peralatan boiler dan berpotensi membentuk endapan dalam pipa-pipa sistem.

Deaerator bekerja dengan cara menghasilkan uap panas yang akan membantu menghilangkan oksigen dan gas-gas terlarut lain dari air umpan. Dalam proses ini, air umpan akan dimasukkan ke dalam deaerator dan dipanaskan dengan menggunakan uap dari proses penghasil uap di sistem boiler. Pada saat ini, uap panas akan membantu menghilangkan oksigen dan gas-gas terlarut lain dari air.

Setelah proses ini, air akan menjadi bebas dari oksigen dan gas-gas terlarut lainnya dan siap digunakan sebagai air umpan di dalam sistem boiler. Proses ini sangat penting karena dapat memperpanjang masa pakai boiler sehingga biaya yang dikeluarkan pun akan semakin efisien.

Deaerator terdiri dari bagian-bagian seperti kolom deaerasi, feedwater storage, heat exchanger, baffle dan spray nozzle. Kolom deaerasi merupakan bagian utama dari deaerator yang berfungsi untuk menghilangkan oksigen dan gas terlarut dari air umpan. Feedwater storage berguna untuk menyimpan air umpan sebelum dimasukkan ke dalam kolom deaerasi. Heat exchanger berfungsi untuk memanaskan air umpan dengan menggunakan uap di dalam sistem boiler. Baffle digunakan untuk memperpanjang waktu bagi uap untuk dapat berinteraksi dengan air umpan sebelum masuk ke dalam kolom deaerasi. Sedangkan spray nozzle berfungsi untuk membantu proses deaerasi pada air umpan.

Deaerator di Indonesia sangat penting karena banyak digunakan di industri-industri besar, seperti pabrik atau perusahaan penghasil tenaga listrik. Selain itu, perawatan deaerator juga sangatlah penting. Sebab jika perawatan tidak dilakukan dengan baik maka kinerja dari deaerator akan menurun dan akan berdampak pada kualitas air umpan dan bahkan dapat merusak boiler.

Dalam perawatan deaerator, hal-hal yang harus diperhatikan adalah pembersihan, perbaikan bocor, penggantian seal, penggantian sensor dan penggantian pelapik. Jika perawatan dilakukan dengan tepat, maka deaerator akan berfungsi dengan baik dan dapat memperpanjang usia boiler. Dengan memiliki deaerator yang baik dan mesin yang termasuk dalam kondisi terbaik, kinerja perusahaan atau industri akan meningkat dan juga akan meningkatkan profit yang dihasilkan.

Bagaimana Deaerator Bekerja


Deaerator

Deaerator adalah perangkat yang digunakan dalam proses pengolahan air di pembangkit listrik. Fungsi utama dari deaerator adalah untuk menghilangkan gas-gas tertentu dari air pengumpan. Deaerator menghilangkan oksigen dan gas-gas larut lainnya dari air pengumpan untuk mencegah korosi pada sistem perpipaan boiler, turbin, dan mesin uap.

Langkah pertama dalam proses pengolahan air adalah memperoleh air pengumpan, yang biasanya berasal dari air permukaan seperti sungai atau danau. Sebelum air ini dapat digunakan untuk menjalankan mesin steam dan pembangkit listrik, harus melewati beberapa tahap pengolahan. Dalam proses pengolahan air, deaerator adalah bagian penting dari sistem.

Deaerator bekerja dengan menghilangkan oksigen dan gas-gas terlarut lainnya dari air pengumpan. Oksigen adalah gas terlarut yang paling umum dalam air pengumpan dan dapat menyebabkan korosi pada sistem perpipaan, turbin, dan mesin uap. Deaerator memanfaatkan panas dan vakum untuk menghilangkan oksigen dari air.

Pertama, air pengumpan masuk ke dalam deaerator dan disemprotkan pada permukaan bantalan yang panas. Permukaan bantalan ini biasanya terbuat dari material yang dapat menahan panas seperti baja tahan karat. Sebagai air mengalir turun di atas permukaan bantalan yang panas, suhunya meningkat. Suhu yang tinggi mengurangi solubilitas oksigen dalam air, dan oksigen mulai terlepas dari air dan berubah menjadi gas.

Selanjutnya, gas-gas yang terdapat di dalam air dikumpulkan di dalam ruangan vakum di bagian bawah deaerator. Vakum diciptakan dengan menggunakan pompa vakum dan menghasilkan tekanan atmosfer yang lebih rendah di dalam ruang deaerator. Tekanan yang lebih rendah membuat gas lebih mudah terlepas dari air dan dipindahkan ke ruang vakum. Sekali terkumpul di dalam ruang vakum, gas-gas dapat disalurkan keluar dari deaerator.

Deaerator juga memiliki sistem pemantauan untuk menjaga kualitas air yang dihasilkan. Misalnya, sensor suhu dan tingkat air dipasang untuk memastikan bahwa air pengumpan tidak terlalu panas atau terlalu sedikit. Pada akhirnya, air yang dihasilkan oleh deaerator dapat dipompa ke boiler atau sistem pembangkit listrik untuk diubah menjadi energi.

Kesimpulannya, deaerator adalah perangkat penting dalam sistem pengolahan air untuk pembangkit listrik yang menghilangkan oksigen dan gas-gas terlarut dari air pengumpan untuk mencegah kerusakan pada sistem perpipaan dan mesin uap. Proses deaerasi dilakukan dengan memanfaatkan panas dan vakum untuk menghilangkan gas-gas tertentu dari air. Deaerator juga dilengkapi dengan sistem pemantauan untuk menjaga kualitas air yang dihasilkan.

Fungsi Signifikan Deaerator dalam Pembangkit Listrik


Fungsi Signifikan Deaerator dalam Pembangkit Listrik

Deaerator adalah salah satu komponen penting dalam pembangkit listrik termal. Fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan oksigen dan gas-gas lain dari air umpan boiler sebelum masuk ke dalam sistem boiler. Alih-alih memperkenalkan oksigen ke dalam sistem boiler, baik dari air umpan atau dari udara eksternal yang memasuki sistem, ini dapat menyebabkan masalah termal yang serius dalam boiler dan turbin. Oleh karena itu, fungsi deaerator sangatlah signifikan dalam Pembangkit Listrik.

Proses Deaerasi


Proses Deaerasi

Proses deaerasi melibatkan memanaskan air dengan uap yang melarutkan oksigen dan gas-gas lainnya dalam air umpan. Pergantian oksigen dan gas-gas lain dalam air dengan uap ini membantu menghilangkan gas-gas tersebut. Setelah proses penghilangan gas, air masuk ke dalam bagian bawah deaerator dan dipompa ke boiler. Selama operasi normal, air umpan boiler akan mengalami defoamming dan penyaringan untuk memastikan air yang masuk ke dalam boiler sudah terbebas dari oksigen.

Proses ini juga membantu untuk mencegah korosi pada pipa dan tangki boiler dan turbin, karena oksigen adalah penyebab utama korosi pada baja. Selain itu, gas-gas beracun seperti karbon dioksida dan amonia juga dapat berdampak negatif pada sistem boiler dan turbin dan dapat mengganggu proses pemanasan air dan uap. Penggunaan deaerator dalam sistem ini membantu menghilangkan masalah-masalah tersebut dan menjaga kinerja boiler dan turbin tetap optimal.

Benefit Penggunaan Deaerator


Benefit Penggunaan Deaerator

Banyak manfaat dari penggunaan deaerator dalam pembangkit listrik termal. Pertama, penggunaan deaerator dapat meningkatkan efisiensi dari sistem boiler dan turbin, karena menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan dalam air umpan. Ini dapat mengurangi biaya operasional dan mendorong penghematan energi.

Keuntungan lain dari penggunaan deaerator adalah memperpanjang masa pakai dan mengurangi biaya pemeliharaan peralatan. Dalam sistem yang tidak menggunakan deaerator, oksigen, karbon dioksida, dan gas-gas lainnya dapat mempercepat korosi dan produktifitas logam. Dalam kondisi ini, pipa dan tangki boiler dan turbin harus diganti lebih sering, yang dapat mengakibatkan pengeluaran biaya yang tinggi.

Deaerator juga dapat mengurangi risiko ledakan, karena mengurangi kemungkinan percampuran gas oksigen dengan bahan bakar yang terbakar, mencegah ledakan yang dapat terjadi dalam boiler atau turbin. Selain itu, penghilangan gas-gas beracun dari air juga dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerja di sekitar mesin dan peralatan.

Dalam kesimpulannya, deaerator merupakan komponen penting dalam sistem pembangkit listrik termal. Fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan oksigen dan gas-gas lain dari air umpan boiler sebelum sistem boiler. Dengan penggunaan deaerator dalam sistem ini membantu meningkatkan efisiensi, memperpanjang masa pakai dan mengurangi biaya pemeliharaan peralatan, mengurangi risiko ledakan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Oleh karena itu, deaerator sangatlah penting dalam pembangkit listrik termal dan harus dikelola dan dirawat dengan baik.

Keuntungan Penggunaan Deaerator pada Sistem Boiler


Deaerator pada Sistem Boiler

Sistem boiler pada industri seperti pabrik kertas, petrokimia, dan lain-lain memerlukan air yang berkualitas baik untuk memastikan kinerjanya maksimal dan meminimalisir biaya perawatan. Maka, deaerator digunakan dalam sistem boiler untuk menghilangkan oksigen yang terlarut dalam air. Selain itu, deaerator juga memiliki keuntungan lain sebagai berikut:

  • Meningkatkan Efisiensi Boiler
  • Ada beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya efisiensi boiler. Salah satu hal tersebut adalah adanya oksigen pada air yang masuk ke dalam boiler. Oksigen dapat menyebabkan korosi pada pipa dan mesin, sehingga menurunkan efisiensi boiler. Dalam hal ini, deaerator sangat membantu meningkatkan efisiensi boiler dengan menghilangkan oksigen yang terlarut dalam air.

  • Mengurangi Biaya Perawatan
  • Korosi pada pipa dan mesin dapat menimbulkan kerusakan dan memerlukan biaya perawatan yang cukup besar. Dalam jangka panjang, penggunaan deaerator akan sangat berpengaruh dalam mengurangi biaya perawatan boiler karena kerusakan mesin dan pipa bisa diminimalisir.

  • Meningkatkan Umur Pemakaian Mesin dan Pipa
  • Jika boiler menggunakan air yang tercemar oksigen, kemungkinan kerusakan pada pipa dan mesin akan semakin besar. Hal ini berdampak pada umur pemakaian mesin dan pipa. Dalam kasus ini, deaerator sangat membantu meningkatkan umur pemakaian mesin dan pipa dengan menghilangkan oksigen pada air yang mengalir ke dalam sistem boiler.

  • Meningkatkan Keamanan Kerja
  • Keamanan kerja merupakan faktor penting yang harus diperhatikan pada sistem boiler. Dalam kasus kebocoran, resiko kebakaran dan ledakan akan semakin besar jika dikombinasikan dengan air yang tercemar oksigen. Dengan memasang deaerator pada sistem boiler, air yang digunakan menjadi lebih bersih dan resiko kebakaran dan ledakan dapat diminimalisir. Hal ini membuat keamanan kerja menjadi lebih terjamin.

Dalam industri yang memerlukan sistem boiler, penggunaan deaerator menjadi hal yang sangat penting. Boiler yang efisien dan berkualitas akan berdampak pada produktivitas dan keuntungan perusahaan. Maka, tidak ada salahnya jika perusahaan menggunakan deaerator dalam sistem boiler mereka. Selain dapat meningkatkan efisiensi, penggunaan deaerator juga dapat menghemat biaya perawatan dan meningkatkan umur pemakaian mesin dan pipa. Hal ini menjadi penting karena jika terjadi kerusakan pada sistem boiler, hal ini dapat memberikan dampak negatif yang cukup besar bagi perusahaan.

Jenis-jenis Deaerator yang Umum Digunakan


Jenis-jenis Deaerator yang Umum Digunakan

Deaerator adalah komponen penting dalam sistem pembangkit listrik. Fungsi deaerator adalah untuk menghilangkan oksigen yang terlarut dalam air umpan boiler dengan cara memanaskan air umpan hingga suhu tertentu dan mengurangi tekanannya. Oksigen adalah sumber utama korosi pada sistem pembangkit listrik dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada peralatan. Ada beberapa jenis deaerator yang umum digunakan dalam industri pembangkit listrik di Indonesia seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Deaerator Tray Tipe


Deaerator Tray Tipe

Deaerator jenis tray tipe beroperasi dengan menyebarkan air umpan melewati beberapa tray dengan saluran udara di bawahnya. Udara dipanaskan dan dialirkan di bawah tray untuk membantu menghilangkan oksigen dalam air umpan. Air dan udara kemudian mengalir ke bagian atas deaerator, di mana udara dihilangkan dan air umpan yang telah terdeoksigenasi keluar melalui pipa keluar.

Deaerator Spray Tipe


Deaerator Spray Tipe

Deaerator jenis spray tipe menggunakan nozzle dan distributor untuk menyemprotkan air umpan ke dalam udara panas di dalam ruang deaerator. Air umpan meleleh dan terbentuk tetesan, dan oksigen dalam air umpan bereaksi dengan udara panas dan dihilangkan. Air dan udara kemudian dipisahkan dan air yang telah terdeoksigenasi keluar melalui pipa keluar.

Deaerator Vacum Tipe


Deaerator Vacum Tipe

Deaerator jenis vacum tipe bekerja dengan menyedot udara dari deaerator untuk menciptakan ruang hampa udara. Air umpan kemudian dituangkan ke dalam ruang hampa udara dan dipanaskan dengan tenaga uap. Udara yang telah dihilangkan keluar melalui pipa vakum sementara air yang telah terdeoksigenasi keluar melalui pipa keluar.

Deaerator Spraying-Recirculation Tipe


Deaerator Spraying-Recirculation Tipe

Deaerator jenis spraying-recirculation tipe mengkombinasikan teknologi deaerator spray tipe dan vacum tipe. Air umpan disemprotkan ke dalam udara panas di ruang deaerator dan air yang telah terdeoksigenasi dipompa kembali ke dalam tangki air umpan untuk dicampur dengan air umpan segar. Udara yang telah dihilangkan dari air umpan keluar melalui pipa vakum.

Deaerator Combined Cycle Tipe


Deaerator Combined Cycle Tipe

Deaerator jenis combined cycle tipe dirancang khusus untuk digunakan pada sistem kombinasi siklus gabungan. Siklus gabungan terdiri dari generator gas dan turbine gas, serta boiler uap. Deaerator dirancang untuk dapat menghilangkan oksigen dari air umpan dengan suhu dan tekanan yang bervariasi untuk digunakan pada dua siklus berbeda. Ini dapat menghemat biaya operasi dan meningkatkan efisiensi sistem.

Semua jenis deaerator tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu menghilangkan oksigen dalam air umpan dan melindungi sistem dari korosi. Pemilihan jenis deaerator yang tepat sangat penting untuk menjamin kinerja yang efektif dan efisien dari sistem pembangkit listrik di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *