cara waterproofing yang benar

Jenis Bahan Waterproofing yang Umum Digunakan


Jenis Bahan Waterproofing yang Umum Digunakan

Memperbaiki kerusakan pada atap rumah menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan ketika musim penghujan datang. Sebab jika tidak, kerusakan yang terjadi hanya akan menjadi lebih buruk. Salah satu cara yang tepat untuk menghindari kerusakan pada atap adalah dengan melakukan waterproofing. Metode ini bertujuan untuk mencegah kebocoran yang dapat merusak struktur bangunan di masa yang akan datang. Ada banyak jenis bahan waterproofing yang dapat digunakan di pasaran. Sebagian besar bahan tersebut tersedia di store bangunan, toko material atau tukang bangunan. Namun, sebelum memilih bahan yang sesuai, kamu harus memahami karakteristik, kelebihan, dan kekurangan dari masing-masing bahan.

Berikut merupakan jenis bahan waterproofing yang umum digunakan.

Liquid Membrane

Liquid Membrane

Salah satu jenis bahan waterproofing yang sering digunakan adalah Liquid Membrane. Bahan ini biasanya digunakan untuk memperbaiki atap rumah, kokoh dan tahan lama selama 10-15 tahun. Memiliki aplikasi yang mudah, hanya tinggal diratakan di area yang bocor. Liquid Membrane ini memiliki karakteristik air-proof, fleksibel dan tahan lama. Namun bahan ini harganya relatif mahal, sekitar Rp. 70.000/meter.

Polyurethane Liquid Membrane

Polyurethane Liquid Membrane

Bahan waterproofing yang berikutnya adalah Polyurethane Liquid Membrane. Bahan ini mengandung bahan kimia yang tahan lama dan biasanya digunakan untuk atap beton finish. Menghasilkan lapisan anti-bocor dan anti-karpet, dan juga tahan terhadap perubahan musim. Harganya sekitar Rp. 70 ribu/meter, Polyurethane Liquid Membrane mudah diaplikasikan, mudah dalam pemeliharaan, dan tahan lama selama 10 hingga 15 tahun.

Tar

Tar

Tar, atau sejenis aspal, merupakan salah satu bahan waterproofing paling umum yang digunakan. Bahan ini biasanya digunakan pada sistem roof membrane. Meskipun mudah diaplikasikan, cenderung tidak bertahan lama dan kurang mudah dalam perawatan. Harganya relatif murah sekitar Rp. 30 ribuan per meter

Bitumen

Bitumen

Bitumen merupakan bahan waterproofing yang digunakan sebagai perekat. Biasanya digunakan untuk menggabungkan dua lapisan material atap untuk menghasilkan lapisan anti-bocor. Biasanya digunakan untuk memperbaiki atap rumah yang sudah jenuh. Harganya sekitar Rp. 20 ribuan per meter.

Membrane Sheet

Membrane Sheet

Membrane sheet merupakan bahan waterproofing yang terbuat dari plastik, fiber glass, rubber atau aspal. Material waterproofing ini dapat menahan tekanan air yang cukup besar dan sangat tahan lama. Membrane sheet biasanya digunakan untuk atap rumah dengan struktur yang tinggi, seperti bangunan bertingkat atau gallery. Jenis bahan waterproofing ini cukup mahal dan biayanya bisa mencapai ┬▒Rp. 200 ribuan per meter.

Dari beberapa jenis bahan waterproofing yang telah dijelaskan di atas, pastikan kamu memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jangan lupa untuk mengikuti instruksi aplikasi dan melakukan pengaturan waktu secukupnya.

Persiapan permukaan sebelum menerapkan waterproofing


persiapan permukaan

Sebelum menerapkan bahan waterproofing pada permukaan bangunan, penting untuk melakukan persiapan permukaan terlebih dahulu agar bahan tersebut dapat menempel dengan baik dan memberikan perlindungan yang optimal. Berikut adalah beberapa tahap persiapan permukaan yang perlu dilakukan sebelum menerapkan waterproofing:

1. Membersihkan permukaan

Langkah pertama sebelum menerapkan waterproofing adalah membersihkan permukaan dari kotoran seperti debu, kotoran, minyak, dan zat lainnya yang dapat menghalangi bahan waterproofing menempel dengan baik pada permukaan bangunan. Pembersihan dapat dilakukan dengan sikat atau alat pembersih lainnya.

2. Memperbaiki Kerusakan

Retakan pada bangunan

Jika ditemukan retak atau kerusakan pada permukaan bangunan, perlu untuk memperbaikinya terlebih dahulu sebelum menerapkan waterproofing. Retak atau kerusakan pada permukaan bangunan dapat memperburuk keadaan jika dibiarkan tanpa perbaikan. Jadi, perlu memperbaiki dan menutup kerusakan tersebut dengan bahan pengisi yang sesuai untuk menghindari kerusakan yang lebih parah di kemudian hari. Hal ini bisa menghindarkan penetrasi air dan juga menjaga tahan lama dari bangunan.

3. Menjaga Permukaan Kering

Mencegah kelembaban pada bangunan

Setelah membersihkan permukaan bangunan dan memperbaiki kerusakan, selanjutnya perlu memastikan permukaan bangunan kering sebelum menerapkan bahan waterproofing. Kondisi permukaan yang lembab atau basah dapat menghalangi bahan waterproofing menempel dengan baik pada permukaan bangunan, sehingga perlu memastikan permukaan bangunan kering terlebih dahulu.

4. Menghilangkan Lapisan Lama (jika diperlukan)

Menghilangkan lapisan cat lama

Jika bangunan memiliki lapisan waterproofing atau cat lama, perlu menghilangkan lapisan tersebut terlebih dahulu sebelum menerapkan waterproofing yang baru. Hal ini bertujuan agar bahan waterproofing dapat menempel dengan baik pada permukaan bangunan tanpa terhalang oleh lapisan waterproofing atau cat yang lama.

5. Menyesuaikan Tipe Waterproofing dengan Jenis Permukaan

Jenis-jenis waterproofing dinding

Tahap terakhir dari persiapan permukaan adalah memilih jenis waterproofing yang sesuai dengan jenis permukaan bangunan. Setiap jenis permukaan membutuhkan jenis waterproofing yang berbeda untuk memberikan perlindungan yang optimal. Misalnya, dinding beton memerlukan jenis waterproofing yang berbeda dengan atap atau lantai. Sebelum menerapkan waterproofing, pastikan untuk memilih jenis waterproofing yang sesuai dengan jenis permukaan bangunan.

Dalam rangka mendapatkan hasil yang maksimal pada penerapan bahan waterproofing, persiapan permukaan harus dilakukan dengan teliti dan sesuai prosedur. Dengan melakukan langkah-langkah persiapan permukaan yang dijelaskan di atas, diharapkan hasil yang didapat dari penerapan bahan waterproofing dapat lebih optimal dan memberikan perlindungan yang optimal bagi bangunan di masa depan.

Cara mengaplikasikan waterproofing dengan benar


cara waterproofing yang benar

Setelah memilih jenis waterproofing yang tepat dan mempersiapkan permukaan yang akan diaplikasikan, saatnya untuk mengaplikasikan waterproofing tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara mengaplikasikan waterproofing dengan benar:

1. Tepi dan sudut harus diperhatikan


mengaplikasikan waterproofing di sudut

Salah satu kesalahan umum dalam mengaplikasikan waterproofing adalah tidak memperhatikan sudut atau tepi. Tepi dan sudut harus diperhatikan karena merupakan area yang paling rentan terhadap kebocoran dan kerusakan.

Pastikan untuk mengoleskan waterproofing secara merata dan memperhatikan detail di sekitar tepi dan sudut. Usahakan untuk mengoleskan lapisan yang cukup tebal sehingga permukaan tepi dan sudut tertutupi dengan baik.

2. Kekuatan ikatan yang cukup


waterproofing diletakkan dengan benar

Memastikan tingkat kekuatan ikatan yang cukup sangat penting dalam mengaplikasikan waterproofing dengan benar. Pengikatan yang kuat dapat mencegah kebocoran air dan memperpanjang umur pemakaian waterproofing.

Untuk memastikan kekuatan ikatan yang cukup, pastikan untuk membersihkan permukaan sebelum pengaplikasian. Pastikan pula produk waterproofing yang digunakan sesuai dengan jenis dan karakteristik permukaan yang akan diaplikasikan agar kekuatan ikatan dapat dihasilkan secara maksimal.

3. Kemiringan harus tepat


menentukan kemiringan pada waterproofing

Kemiringan yang tepat dapat memastikan air tidak tergenang dan mengalir dengan lancar saat hujan terjadi. Kemiringan juga dapat mencegah air terdorong masuk melalui celah atau keretakan pada permukaan.

Untuk menentukan kemiringan yang tepat, pastikan untuk melakukan pengukuran yang akurat dan mengikuti rekomendasi dari produsen produk waterproofing yang digunakan. Pastikan pula untuk mengikuti aturan tentang jumlah lapisan yang harus diaplikasikan untuk mendapatkan kemiringan yang tepat.

4. Jumlah lapisan harus mencukupi


mengaplikasikan waterproofing dengan jumlah lapisan yang mencukupi

Sejumlah penyebab kebocoran yang sering terjadi pada waterproofing adalah aplikasi dengan jumlah lapisan yang tidak mencukupi. Jumlah lapisan waterproofing yang mencukupi akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kebocoran, keretakan, dan kerusakan.

Untuk menentukan jumlah lapisan yang tepat, pastikan untuk membaca instruksi pada kemasan produk dan mengikuti rekomendasi dari produsen. Pilihlah produk dengan tingkat penetrasi yang baik sehingga hasil aplikasi dapat meningkatkan tingkat perlindungan pada permukaan.

5. Mapanukur dan detail


mengaplikasikan waterproofing dengan rapi

Sebagai akhir dalam proses aplikasi waterproofing, pastikan untuk menyelesaikan proses dengan rapi dan detail agar hasil akhir dapat maksimal dan memenuhi standar. Pastikan untuk membaca ulang instruksi penggunaan dan memastikan bahwa seluruh proses aplikasi telah dilakukan dengan benar dan tepat.

Secara keseluruhan, mengaplikasikan waterproofing dengan benar membutuhkan ketelitian dan pengetahuan tentang proses application yang tepat. Pastikan untuk mempersiapkan semua hal penting terlebih dahulu, seperti produk, permukaan, dan alat, sebelum memulai proses aplikasi. Dengan mengikuti semua instruksi dan rekomendasi yang terdapat pada kemasan produk, waterproofing Anda akan memberikan perlindungan terbaik untuk permukaan yang diterapkan.

Tanda-tanda Waterproofing yang Telah Rusak


Tanda-tanda waterproofing yang telah rusak

Waterproofing atau penghalang air adalah lapisan yang dioleskan pada bahan agar tidak bocor atau terkena air. Penting bagi setiap bangunan karena mampu mencegah kebocoran dan kerusakan struktural yang serius. Namun, teknologi waterproofing yang dipakai dalam bangunan tidak selamanya dapat bertahan selama beberapa tahun dan diperlukan perawatan rutin untuk memastikan efektivitasnya.

Berikut adalah tanda-tanda bahwa waterproofing pada bangunan Anda perlu diperbaiki atau diganti:

  1. Tembok Basah

    Tembok basah atau dinding yang lembab adalah tanda nyata bahwa waterproofing telah rusak. Hal ini biasa terjadi ketika air meresap ke dalam dinding dan tidak dapat menguap atau mengalir keluar. Jika terus dibiarkan, tembok akan semakin basah dan dapat menyebabkan kerusakan permanen yang serius.

  2. Timbulnya Bintik Basah

    Jika ada bintik-bintik air terlihat pada dinding atau lantai bangunan, itu menunjukkan kebocoran di bawah permukaan. Bintik basah biasanya disebabkan oleh air atau kelembapan yang terperangkap di bawah material waterproofing dan membentuk gelembung atau bintik-bintik.

  3. Kerusakan Pada Dinding

    Waterproofing yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada dinding di sekitarnya. Dinding dapat berubah warna, retak, atau berkembang biak jamur yang merugikan kesehatan. Jika dinding memiliki bintik-bintik hitam, hijau, atau putih, itu menunjukkan bahwa ada kelembaban yang menumpuk dan diperlukan tindakan segera untuk mengatasi masalah tersebut.

  4. Permukaan yang Tidak Halus

    Jika permukaan bangunan Anda terasa kasar atau tidak halus, itu bisa menjadi tanda bahwa waterproofing telah rusak. Permukaan kasar dapat disebabkan oleh air yang meresap ke dalam permukaan bangunan dan kemudian membeku atau dipanaskan oleh sinar matahari untuk membentuk bulu atau rumbai permukaan. Masalahnya, permukaan yang tidak halus dapat meningkatkan kelembaban dan memicu pertumbuhan jamur atau lumut yang berbahaya bagi kesehatan.

  5. Bau Yang Tidak Sedap

    Waterproofing yang rusak dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau ini dapat disebabkan oleh kelembaban yang menumpuk dan bertahan lama, yang memicu pertumbuhan bakteri atau jamur. Jika bau itu terus tercium, mungkin sudah saatnya untuk memeriksa kondisi waterproofing bangunan.

Kronisasi masalah waterproofing dapat menciptakan kerusakan yang lebih serius pada bangunan. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan waterproofing dan memperbaikinya sesegera mungkin. Ada banyak teknik waterproofing yang benar yang dapat diterapkan. Pastikan Anda menggunakan produk dan teknologi waterproofing yang berkualitas tinggi dan melakukan perawatan rutin untuk memberikan perlindungan yang optimal untuk bangunan Anda.

Perawatan dan Perbaikan Waterproofing Yang Tepat


Perawatan dan Perbaikan Waterproofing Yang Tepat

Setelah melakukan pekerjaan waterproofing pada bangunan, perawatan serta perbaikan harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas waterproofing. Hal ini bertujuan agar waterproofing tetap terjaga dan menjamin keamanan serta kenyamanan penghuni bangunan.

Berikut beberapa tips dan cara untuk melakukan perawatan dan perbaikan waterproofing yang tepat:

1. Rutin Membersihkan Saluran Air

Rutin Membersihkan Saluran Air

Pada bagian atap atau lantai yang diberi lapisan waterproofing, dianjurkan untuk membersihkan saluran air secara rutin. Saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan terjadinya rembesan pada bangunan, yang dapat merusak struktur bangunan serta menimbulkan bau yang tidak sedap. Sebaiknya membersihkan saluran air minimal 2 hingga 3 bulan sekali.

2. Memperbaiki Retak-Retak dan Bocoran

Memperbaiki Retak-Retak dan Bocoran

Setiap kali terjadi retak atau bocoran pada permukaan bangunan, segera perbaiki menggunakan bahan setempat atau konsultasikan kepada ahli waterproofing. Jangan biarkan retak atau bocoran terlalau lama, karena dapat merusak permukaan waterproofing dan kondisi bangunan secara menyeluruh.

3. Menjaga Permukaan Bagian Luar Bangunan

Menjaga Permukaan Bagian Luar Bangunan

Permukaan bagian luar bangunan harus dijaga kebersihannya secara baik. Tumpukan daun atau sampah dapat menahan air hujan pada permukaan sehingga air tidak mengalir masuk ke saluran air. Hal ini dapat menyebabkan rembesan pada puncak atap atau lokasi waterproofing lainnya. Bersihkan reguler permukaan luar bangunan untuk menghindari terjadinya masalah seperti ini.

4. Memperbaharui Lapisan Waterproofing

Memperbaharui Lapisan Waterproofing

Tingkat keausan pada lapisan waterproofing bermacam-macam. Garansi dari bahan waterproofing tergantung pada tipe bahan dan produsen. Perusahaan waterproofing dapat memberikan beberapa perkiraan umum tentang masa pakai untuk produk tertentu dalam kondisi tertentu. Perbaiki atau ganti lapisan waterproofing secara berkala untuk menjaga kualitas waterproofing pada bangunan Anda agar tetap terjaga selama mungkin.

5. Konsultasi dengan Profesional

Konsultasi dengan Profesional

Adviser atau konsultan waterproofing dapat membantu dalam menyelesaikan banyak masalah yang berhubungan dengan perbaikan, perawatan, dan penggantian lapisan waterproofing. Profesional waterproofing dapat memberikan konsultasi dalam memperbaiki atau merenovasi bangunan Anda agar tetap awet dan tahan lama. Konsultasi dengan profesional juga dapat membantu Anda mengetahui gerakan-gerakan yang dapat merugikan keawetan atau kualitas bangunan Anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *