Boiler Feed Water Treatment in Indonesia: An Overview

Pengertian Boiler Feed Water


Boiler Feed Water Indonesia

Boiler feed water atau air umpan boiler merupakan air yang digunakan untuk mengisi boiler dan memelihara kualitas air dalam sistem boiler. Boiler feed water harus memenuhi standar kualitas yang ditentukan agar tidak merusak sistem boiler serta menjaga tingkat efisiensi pemanasan yang optimal. Di Indonesia, boiler feed water sangat dibutuhkan pada berbagai sektor industri, seperti industri makanan dan minuman, kimia, farmasi, tekstil, dan lain sebagainya.

Air yang digunakan sebagai bahan baku untuk boiler feed water bisa berasal dari beberapa sumber, seperti air permukaan, air tanah dalam dan air laut. Air permukaan, seperti sungai, danau atau waduk, harus melalui pemurnian terlebih dahulu agar kandungan unsur kimia seperti magnesium, kalsium, dan besi dapat diminimalisir. Air tanah dalam dapat digunakan sebagai air baku dengan sedikit atau tanpa pengolahan, tergantung pada sumber air dan kondisi geologi pada wilayah yang bersangkutan. Sedangkan, air laut perlu melalui proses pengolahan khusus agar kadar garam dapat dikurangi.

Sebelum digunakan untuk boiler feed water, air baku akan mengalami serangkaian proses pengolahan untuk menjamin kualitas air yang memenuhi standar. Ada beberapa tahapan dalam pengolahan air baku menjadi boiler feed water yang berkualitas. Tahapan pengolahan tersebut antara lain:

  • Proses screening atau penyaringan awal untuk menyingkirkan zat-zat yang berukuran besar
  • Proses aerasi, yaitu proses pengaturan kadar oksigen dalam air
  • Proses flokulasi dan koagulasi untuk menyingkirkan bahan-bahan organik, lumpur, dan mineral
  • Proses pengendapan dan penyaringan untuk memisahkan material yang berat atau berukuran besar
  • Proses sterilisasi atau disinfeksi, menggunakan bahan kimia atau sinar ultraviolet, untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme lain
  • Selanjutnya air yang telah melalui tahap pengolahan tersebut akan dijaga kualitasnya dengan menjaga kadar oksigen dan ph-nya. Air bersih dan dijaga kualitasnya akan masuk ke dalam sistem boiler sebagai boiler feed water. Sistem boiler yang mengalirkan air dari boiler feed water akan menjalani proses pemisahan bahan-bahan yang tidak diinginkan agar tidak merusak sistem boiler dan menjaga efisiensi pemanasan suhu air yang optimal

Dalam industri besar, seperti pembangkit listrik, pabrik kertas dan pulp, serta pabrik kimia, Boiler Feed Water Treatment Plant (BFWTP) dibangun sebagai fasilitas untuk menghasilkan air yang memenuhi standar sebagai air baku untuk boiler. BFWTP mempunyai peran penting dalam beberapa tahapan pengolahan air, sehingga kadar mineral di dalam air dapat diminimalkan dan menjamin kualitas air terjaga sepanjang waktu. Dalam industri kecil yang membutuhkan boiler feed water, diperlukan pengolahan air minimal untuk memaksimalkan efisiensi serta menghindari kerusakan pada sistem boiler.

Fungsi Boiler Feed Water pada Boiler


Boiler Feed Water Indonesia

Boiler Feed Water (BFW) merupakan air umpan yang paling penting dalam suatu sistem ketel. Di Indonesia dan sebagian besar negara lain, air untuk Boiler Feed Water diambil dari sumber air permukaan seperti sungai, danau, atau waduk. Namun, banyak faktor yang memengaruhi kualitas air permukaan seperti kondisi lingkungan, musim, dan aktivitas manusia yang dapat meningkatkan risiko kontaminasi sehingga perlu dilakukan pengolahan agar dapat digunakan dalam ketel.

Fungsi utama Boiler Feed Water pada ketel adalah untuk memasok air ke dalam ketel untuk dipanaskan menjadi uap. Namun, Boiler Feed Water juga memiliki beberapa fungsi lain yang sangat penting dalam operasi ketel:

1. Membersihkan dan melindungi permukaan pemanas

Boiler Feed Water digunakan untuk membersihkan dan melindungi permukaan pemanas dalam ketel. Permukaan pemanas di dalam ketel rentan terhadap korosi dan penumpukan endapan mineral, yang dapat mengurangi efisiensi pemanasan dan memperpendek umur ketel. Dengan memberikan BFW yang bersih dan diolah dengan baik, permukaan pemanas tetap dalam kondisi baik dan aman dari korosi atau kerak.

2. Menjaga kualitas uap

Boiler Feed Water Pengolahan Indonesia

BFW juga berfungsi untuk menjaga kualitas uap. BFW yang tidak diolah dengan baik dapat mengandung zat kimia berbahaya seperti klorida dan oksigen yang dapat menyebabkan korosi pada pipa dan turbin uap. Korosi pada pipa dan turbin uap dapat merusak sistem ketel dan mengurangi efisiensi pemanasan. Oleh karena itu, BFW perlu diolah secara intensif untuk menghilangkan kontaminan dan mengurangi risiko terjadinya korosi.

3. Memperpanjang umur ketel

Kualitas air untuk BFW berdampak langsung terhadap umur ketel. Air yang terkontaminasi akan menyebabkan kerusakan pada permukaan pemanas dan pipa dalam waktu singkat. Dengan memberikan BFW yang bersih dan diolah dengan baik, umur ketel bisa diperpanjang karena permukaan pemanas dan pipa tidak terkontaminasi dan aman dari kerusakan akibat korosi maupun kerak.

Melalui fungsi-fungsi tersebut, Boiler Feed Water sangat berperan penting dalam memastikan keamanan, efisiensi, dan umur panjang ketel. Selain itu, pengolahan air untuk BFW juga membantu menjaga lingkungan dengan mencegah pencemaran air permukaan. Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri harus memperhatikan pengolahan air BFW dengan serius untuk menghasilkan ekonomi yang lestari dan lingkungan yang sehat dan aman.

Proses Treatment Boiler Feed Water


Proses Treatment Boiler Feed Water in Indonesia

Boiler feed water treatment is an essential process that must be carefully executed in order to maintain the quality and reliability of a boiler system. The purpose of boiler feed water treatment is to remove harmful substances from the water used to make steam for power generation or industrial processes. In Indonesia, water treatment is performed to purify water from industrial processes, wastewater from sewage plants, and brackish water from wells.

Boiler feed water treatment process can be categorized into three types, which are physical, chemical, and biological treatments. Each type of treatment has a different focus and utilizes different methods to purify water. Several types of equipment are also often used in the process, such as the clarifier, sand filter, activated carbon filter, water softener, and deaerator.

Physical Treatment

The physical treatment process involves the removal of suspended solids, sediment, and large particles from feed water. This can be accomplished through various physical processes such as screening, clarification, and filtration. In Indonesia, one of the most popular methods of physical treatment is coagulation-flocculation-sedimentation (CFS). CFS utilises the concept of neutralisation which is mixing water with chemical agents such as polyelectrolyte.

First, coagulation neutralizes the suspended solids in the feedwater to form larger clusters, called flocs. Then, flocculation helps to increase the size of the flocs by gently stirring the water. Finally, sedimentation clarifies the flocs that have settled down to the bottom. In addition to CFS, other popular physical treatments in Indonesia include conventional filtration, activated carbon adsorption, and ultraviolet radiation.

Chemical Treatment

Chemical treatment is another important process in treating boiler feed water in Indonesia. The chemical process involves adding chemicals to the feedwater to remove specific contaminants such as salts, minerals, and dissolved solids. One of the most commonly used chemicals is sodium hydroxide to adjust the pH level. In addition, oxygen scavenging chemicals such as sodium sulfite and hydrazine are added to remove dissolved oxygen which is a corrosive agent for boilers.

The chemical treatment process in Indonesia is often combined with physical treatment to achieve the best quality of the purified water. Coagulation is also considered a chemical treatment because special chemicals such as polyelectrolyte are used to form clusters of suspended solids during this process.

Biological Treatment

Biological treatment is a process that uses various living organisms to remove contaminants from the feedwater. The biological process can be carried out in various ways, such as biofiltration, microorganism growth inhibition, or biodegradation. Biological treatment can be an alternative solution to chemical or physical treatment when it comes to removing dissolved organic matter and some specific contaminants such as bacteria, algae, and nitrates.

In Indonesia, biological treatment is less popular than physical or chemical treatment because of its high capital and operating cost. Nevertheless, some small-scale industries or public facilities have adopted some biological treatment methods such as trickling filters and constructed wetlands to improve the quality of their treated water.

Overall, the boiler feed water treatment process in Indonesia is closely related to the country’s power generation and industrial sectors. The reliability and efficiency of a boiler system are dependent on the quality of its feedwater. It is, therefore, crucial that the treatment process is executed meticulously, incorporating various methods of physical, chemical, and biological processes to ensure that the water used in the boiler meets the required quality.

Kualitas Boiler Feed Water yang Ideal


Boiler Feed Water

Boiler Feed Water adalah air yang digunakan pada sistem boiler. Penting untuk memahami standar kualitas Boiler Feed Water yang berkualitas sehingga bisa menghasilkan sistem boiler yang efisien dan aman. Berikut adalah standar kualitas ideal untuk Boiler Feed Water yang dibutuhkan di industri:

1. Kekeruhan

Kekeruhan air Boiler Feed Water sangat penting diukur dalam kualitas air karena dapat mempengaruhi kedua aliran air dan proses pemanasan. Semakin banyak jumlah padatan tersuspensi dalam air, maka kekeruhannya akan lebih tinggi. Oleh karena itu, pada umumnya kekeruhan air Boiler Feed Water tidak boleh lebih dari 0,5 NTU.

2. Kandungan Oksigen dan Kimia

Suatu hal yang menjadi perhatian khusus di industri adalah kandungan oksigen dalam air Boiler Feed Water. Masalah kandungan oksigen akan dapat mempengaruhi keseluruhan sistem boiler. Karena oksigen bisa menyebabkan korosi dan kerusakan pada pipa dan perlengkapan lainnya pada sistem boiler. Oleh sebab itu, kandungan oksigen pada air Boiler Feed Water harus dijaga agar tidak lebih dari 6 ppb atau 0,005 mg/L. Selain itu, pada air Boiler Feed Water juga harus bebas dari berbagai jenis zat kimia.

3. pH Air

pH pada air Boiler Feed Water juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan pipa dan peralatan lainnya pada sistem boiler. Turunnya pH pada air Boiler Feed Water dapat mengakibatkan korosi dan kerusakan pada pipa dan peralatan pada sistem boiler. Saat ini standar kualitas ideal pH air Boiler Feed Water harus berkisar antara 8,2 – 9,2.

4. Hardness (Keadaan Air Keras)

Hardness atau keadaan air keras pada air Boiler Feed Water juga penting untuk diperhatikan. Penyebab kekerasan air adalah mineral seperti kalsium dan magnesium yang dapat menyababkan kerusakan pada sistem boiler. Air keras dapat menyebabkan deposit pada pipa, boiler, dan instrumen lainnya. Pada air Boiler Feed Water standar kualitas ideal tidak boleh lebih dari 100 ppm.

5. Kontaminan Mikrobiologi

Kontaminan Mikrobiologi pada air Boiler Feed Water dapat menyebabkan kerusakan di dalam sistem dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Kualitas air Boiler Feed Water harus menjaga agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau virus yang dapat mengganggu kesehatan. Jumlah total bakteri dengan ukuran > 0,5 ┬Ám tidak boleh melebihi 5000 koloni/mL dan jumlah total kapang adalah 50 koloni/mL. Berikut beberapa cara untuk mengetahui adanya kontaminasi mikrobiologi pada Boiler Feed Water:

  • Mengukur konsentrasi adenosin trifosfat (ATP) pada air dengan alat yang sekarang sudah tersedia. ATP dihasilkan oleh mikroorganisme yang hidup di dalam air, sehingga tingginya konsentrasi ATP pada air Boiler Feed Water dapat menjadi indikasi keberadaan kontaminan mikrobiologi.
  • Tujuan selanjutnya adalah menghilangkan mikroorganisme pada air Boiler Feed Water, dapat menggunakana tiga jenis sterilisasi, yaitu:
    1. Sterilisasi fisik, contoh dengan proses pemanasan air Boiler Feed Water.
    2. Sterilisasi kimia, contoh dengan menggunakan bahan-bahan kimia seperti aid klornya;
    3. Sterilisasi filter, yaitu menggunakan filter untuk menahan mikroorganisme.

Jadi, itu dia beberapa kriteria untuk kualitas Boiler Feed Water yang ideal pada sistem boiler. Pengujian periodik perlu dilakukan untuk memastikan bahwa air Boiler Feed Water memenuhi standar yang diperlukan. Pengujian berkala dan pengukuran kualitas air Boiler Feed Water sangat penting untuk menjaga keamanan dan efisiensi sistem boiler industri di Indonesia.

Masalah yang Terjadi pada Boiler Feed Water dan Solusinya


Masalah yang Terjadi pada Boiler Feed Water dan Solusinya

Boiler feed water merupakan salah satu komponen utama dalam proses produksi energi di dalam boiler dan sangat menentukan efisiensi kerja dari sistem boiler itu sendiri. Namun, masalah yang terjadi pada boiler feed water seringkali menyebabkan kerusakan pada sistem boiler dan dapat memengaruhi daya produksi. Berikut adalah beberapa masalah yang sering terjadi pada boiler feed water beserta solusinya:

1. Terjadinya Kerak Skala

Ketika boiler feed water dipanaskan, mineral yang terkandung di dalam air akan membentuk kerak skala yang menempel pada permukaan pipa, dinding boiler, dan peralatan lainnya di dalam sistem boiler. Hal ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi kerja sistem boiler dan bahkan kerusakan pada permukaan pipa jika skala yang terbentuk tebal.

Solusinya adalah dengan melakukan pembersihan teratur pada sistem boiler guna menghindari terbentuknya kerak skala. Selain itu, Anda juga bisa memasang sistem pembersih skala pada sistem boiler sebagai upaya pencegahan kerusakan lebih lanjut.

2. Air Yang Kurang Murni

Air yang digunakan pada sistem boiler haruslah murni dan bebas dari kotoran seperti lumpur, pasir, dan kerak. Jika tidak, air kotor tersebut akan membawa partikel-partikel tersebut ke dalam sistem boiler dan memicu terjadinya kerak skala serta mempercepat terjadinya korosi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem boiler secara keseluruhan.

Solusinya adalah dengan menggunakan teknologi pemurnian air seperti osmosis inversa atau deionisasi guna memastikan kualitas air yang masuk ke dalam sistem boiler murni dan bebas dari kotoran. Selain itu, Anda juga bisa melakukan proses filtrasi air untuk menghilangkan kotoran-kotoran halus yang terdapat pada air.

3. Terjadinya Kerusakan pada Pompa

Pompa adalah salah satu komponen penting pada sistem boiler feed water. Jika pompa bermasalah atau rusak, air tidak akan dapat bergerak melalui pipa dengan baik dan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada sistem boiler secara keseluruhan. Hal ini tentunya akan berdampak pada efisiensi kerja sistem boiler.

Solusinya adalah dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan teratur pada pompa guna memastikan bahwa pompa berfungsi dengan baik. Selain itu, pastikan Anda menggunakan pompa berkualitas tinggi dan memilih pompa yang dirancang khusus untuk sistem boiler feed water.

4. Terjadi Korosi pada Pipa dan Tabung Boiler

Korosi pada pipa dan tabung boiler dapat terjadi akibat air yang kurang murni dan terkontaminasi oleh kotoran atau bahan kimia berbahaya. Korosi dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan pipa dan tabung boiler, serta dapat memicu terjadinya kebocoran dan bahkan ledakan pada sistem boiler.

Solusinya adalah dengan menghindari penggunaan air yang terkontaminasi oleh kotoran atau bahan kimia berbahaya. Selain itu, pastikan bahwa pipa dan tabung boiler terbuat dari bahan yang tahan karat dan tahan terhadap korosi. Pada beberapa kasus, pelapisan anti karat pada permukaan pipa dan tabung boiler juga perlu dilakukan.

5. Suhu dan Tekanan Berlebih pada Sistem Boiler

Jika suhu dan tekanan pada sistem boiler terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan pipa dan tabung boiler. Hal ini tentunya akan memengaruhi efisiensi kerja sistem boiler dan bahkan dapat memicu kebocoran dan ledakan pada sistem boiler jika tidak segera diatasi.

Solusinya adalah dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan teratur pada sistem boiler untuk memastikan suhu dan tekanan pada sistem boiler tetap berada pada kisaran yang aman. Pastikan juga untuk mengatur tekanan dan suhu pada sistem boiler sesuai dengan spesifikasi teknis dari pabrik untuk menghindari terjadinya kerusakan pada sistem boiler.

Dalam hal boiler feed water, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin pada sistem boiler Anda guna menghindari kerusakan dan memperpanjang usia pakai dari sistem boiler itu sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *