Bagian-Bagian Total Station dan Fungsinya dalam Pengukuran Topografi

Pengenalan Total Station


Pengenalan Total Station in Indonesia

Total Station merupakan alat surveying yang sangat diperlukan untuk mengukur jarak, sudut, dan elevasi pada suatu proyek pembangunan. Alat ini juga bisa digunakan untuk membuat peta dan mengelola data proyek sehingga mempermudah para kontraktor dalam membangun suatu proyek. Total Station terdiri dari berbagai bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Pada artikel ini kita akan mempelajari tentang bagian-bagian Total Station.

1. Prism

Prism adalah bagian yang digunakan untuk menangkap sinyal dari Total Station. Prism ini dibentuk dengan material kaca yang diukir atau dibentuk dengan bentuk tertentu yang didesain khusus. Saat ini ada banyak jenis prism yang berbeda, seperti prism tunggal dan prism triple, dengan prism triple dirancang untuk menghasilkan hasil yang lebih akurat.

2. EDM (Electronic Distance Measurement)

EDM adalah bagian dari Total Station yang berguna untuk mengukur jarak dengan cepat dan akurat. Alat ini menggunakan sinyal halogen atau laser untuk menghitung jarak dan mengirimkannya ke komputer untuk dianalisis. Dengan adanya EDM, proses pengukuran jarak menjadi lebih mudah dan akurat sehingga dapat mempercepat proses pekerjaan.

3. Display and Keyboard

Display and Keyboard adalah bagian pada Total Station yang berfungsi sebagai antarmuka pengguna untuk mengoperasikan alat. Display menampilkan informasi tentang pengukuran yang dilakukan, sementara keyboard digunakan untuk memasukkan data atau perintah yang diinginkan. Ada beberapa jenis display yang tersedia seperti layar LCD, dan layar sentuh dengan resolusi yang lebih baik.

4. Alat Pengisian Ulang Baterai

Alat ini sangat penting untuk menjaga alat tetap beroperasi dengan baik. Total Station membutuhkan sumber daya listrik untuk beroperasi, jadi baterai perlu diisi ulang secara teratur. Alat pengisian ulang baterai ini membantu pengguna untuk mengisi baterai dengan cepat dan mudah dan keamanan yang baik.

5. Tripod

Tripod adalah bagian dari Total Station untuk menyeimbangkan alat agar tidak bergejolak saat dioperasikan. Nilai ketepatan pengukuran sangat ditentukan oleh ketepatan tripod, jika tripod tidak seimbang maka hasil dari pengukuran akan tidak akurat. Tripod umumnya terbuat dari bahan aluminium dan memiliki bahan yang ringan untuk mempermudah para pengguna dalam membawa.

Dalam rangka untuk mendapatkan hasil yang akurat dan berkualitas tinggi dari pengelolaan proyek pembangunan, pengguna Total Station harus memahami tentang bagian-bagian yang ada dalam alat ini. Dengan demikian para pengguna dapat memahami fungsi masing-masing bagian dan mengoperasikan alat dengan lebih mudah. Selain itu, pengguna juga bisa menghasilkan hasil yang sangat akurat dengan menggunakan alat ini.

Bagian-Bagian Utama Total Station


Total Station

Total Station merupakan alat yang banyak digunakan pada pekerjaan survey. Alat ini memiliki beberapa bagian-bagian utama yang terdiri dari:

1. Tripod

Tripod

Tripod merupakan tiga kaki penyangga yang digunakan untuk menyangga total station pada saat survey. Kaki pada tripod dapat diatur tingginya. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan ketinggian total station agar dapat digunakan dengan mudah saat melakukan pengukuran berbagai jenis objek.

2. Alat Survey Total Station

Alat Survey Total Station

Alat survey total station merupakan bagian utama lainnya dari total station. Alat ini berfungsi sebagai pengukur jarak dari total station ke objek yang akan diukur. Alat survey total station juga dapat digunakan untuk mengukur kemiringan tanah sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan fondasi bangunan.

3. Rangkaian Kabel

Rangkaian Kabel

Rangkaian kabel total station adalah sebuah jaringan kabel yang menghubungkan antara total station dengan alat survey total station. Kabel ini berfungsi sebagai penghubung data dari total station ke alat survey total station. Pengiriman data ini sangat penting untuk memastikan data pengukuran yang akurat dan dapat diandalkan.

4. Prisma

Prisma

Prisma merupakan alat penerima pantulan sinyal dari total station. Prisma berfungsi mengubah pantulan sinyal dari total station menjadi data angle. Data angle tersebut akan digunakan untuk menentukan jarak dan kemiringan objek yang diukur menggunakan total station. Prisma biasanya digunakan di lingkungan dengan kondisi yang relatif sulit, seperti daerah perkotaan yang banyak terdapat elemen bangunan.

5. Batery

Baterai

Baterai pada total station berfungsi sebagai penyuplai daya untuk seluruh komponen di dalam total station. Kebanyakan total station saat ini mengunakan baterai berkapasitas tinggi untuk memungkinkan penggunaan total station dalam waktu lama tanpa harus sering-sering mengganti baterai. Baterai yang rusak dapat menyebabkan pengukuran yang tidak akurat dan merusak alat secara keseluruhan.

Fungsi Masing-masing Bagian Total Station


Total Station

Total Station adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur jarak, sudut, dan ketinggian. Total Station terdiri dari beberapa bagian penting yang harus diketahui oleh pengguna. Berikut adalah fungsi masing-masing bagian Total Station.

1. Telescope


Telescope

Telescope adalah kamera dengan lensa yang digunakan untuk mengarahkan dan mengukur target. Fungsi dari Telescope adalah untuk memandu pengguna dalam melakukan pengukuran.
Telescope Total Station mempunyai kemampuan untuk menghasilkan gambar yang jelas dan akurat. Bahkan jika target di tempat yang jauh, Telescope dapat menangkap target dengan sangat mudah dan cepat.

2. EDM (Electronic Distance Measurement)


EDM

EDM adalah teknologi yang digunakan untuk mengukur jarak yang terdapat antara Total Station dengan targetnya. Fungsi dari EDM merupakan bagian yang sangat penting dalam Total Station, karena alat ukur ini sangat membantu pengguna dalam menghasilkan hasil pengukuran yang akurat.
Total Station memberikan kecepatan ukur yang tinggi dan hasil pengukuran yang akurat. Hal ini membuat Total Station sangat ideal bagi para profesional untuk melakukan pengukuran.

3. Micro Processor


Micro Processor

Micro Processor adalah bagian Total Station yang bertugas untuk memberikan penggunaan yang mudah dan efisien untuk mengontrol alat ukur. Micro Processor berisi beberapa bagian penting seperti CPU, RAM, dan ROM.
Fungsi dari microprocessor adalah untuk memproses data yang dihasilkan oleh alat ukur seperti Telescope dan EDM sehingga pengguna dapat melihat data secara real time.

Selain itu, Micro Processor juga digunakan untuk mengatur fungsi seperti pengaturan sudut, pengaturan jarak, pengaturan waktu, pengaturan posisi, dan pengaturan batas koordinat. Dengan menggunakan Micro Processor, pengguna Total Station dapat memanfaatkan fungsi secara efisien dan menghasilkan hasil pengukuran yang lebih akurat dan efisien.

4. Display Screen


Display Screen

Display Screen adalah bagian dari Total Station yang menampilkan hasil pengukuran secara real time. Fungsi Display Screen adalah untuk memberikan pengguna Total Station informasi tentang kecepatan pengukuran, hasil pengukuran jarak, dan hasil pengukuran sudut.
Display Screen dapat menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk angka, diagram, atau grafik, sehingga pengguna bisa mengevaluasi hasil pengukuran lebih cepat dan mudah.

5. Battery


Battery

Battery adalah sumber daya yang digunakan untuk menggerakan Total Station dan memberikan daya pengukuran yang diperlukan. Fungsi Battery adalah untuk memberikan daya yang dibutuhkan oleh Total Station agar alat ukur dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat dan efisien.

Baterai Total Station hampir selalu berbasis baterai Li-ion, yang memberikan kekuatan dan daya tahan yang diperlukan untuk penggunaan jangka panjang. Battery Total Station perlu diisi ulang secara teratur agar alat ukur dapat menghasilkan hasil pengukuran seperti yang diharapkan.

Total Station memiliki banyak fungsi dan komponen yang sangat menguntungkan pengguna, khususnya para profesional yang membutuhkan hasil pengukuran yang akurat dan cepat. Keberhasilan penggunaan Total Station sangat bergantung pada bagaimana pengguna memiliki pemahaman yang baik tentang setiap bagian dan fungsinya. Dengan menggunakan Total Station yang benar, hasil pengukuran yang akurat dan efisien akan lebih mudah dicapai dan membantu menghemat waktu dan biaya.

Teknik Pengoperasian Total Station


Pengoperasian Total Station

Total Station merupakan instrumen pengukuran topografi modern yang sangat handal dan mudah digunakan. Total station adalah gabungan antara teodolit dan jangka sorong elektronik yang terhubung dengan komputer dan software pengolah data. Alat ini banyak digunakan dalam pemetaan, konstruksi bangunan, pemeliharaan jalan, serta pemantauan konstruksi. Pada artikel ini akan dibahas tentang teknik pengoperasian Total Station.

1. Persiapan sebelum pengoperasian

Sebelum melakukan pengukuran dengan Total Station, persiapkan dahulu alat-alat yang dibutuhkan seperti tripot, prism, kabel data, dan batere cadangan. Setelah itu, cek kondisi alat apakah masih berfungsi dengan baik dan pastikan baterai telah terisi penuh.

2. Setting awal Total Station

Pada langkah ini, pastikan Total Station telah terpasang dengan benar pada tripot dan sudah dapat diatur level kehorisontalannya. Kemudian, nyalakan Total Station serta pilih bahasa yang ingin digunakan. Setelah itu, lakukan setting awal seperti menentukan koordinat stasiun dan orientasi.

3. Penggunaan Prism

Prism berfungsi sebagai sasaran pengukuran Total Station, prism bisa digunakan ditempatkan pada batang ukur atau tripod. Pastikan prism terpasang dengan benar sesuai dengan instruksi dan dapat dijangkau oleh Total Station. Gunakan stik pengatur sebagai pengumpil prism pada saat survey.

4. Teknik Pengamatan

Teknik Pengamatan

Teknik pengamatan Total Station dapat dilakukan dengan beberapa metode pengamatan, yaitu :

  • Single Angle Measurement
  • Metode ini digunakan untuk mengukur satu sudut pada saat pertama kali melakukan pengamatan. Cara melakukan pengamatan angle ini dengan membidikan titik X pada prism, kemudian membaca angle yang dihasilkan oleh Total Station.

  • Repeat Angle Measurement
  • Teknik ini mirip dengan teknik sebelumnya, perbedaannya metode ini digunakan untuk mengukur sudut yang sama berulang kali untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Dengan cara menyetel kembali total station pada titik awal dan mengulang pengukuran untuk mengurangi kesalahan pengukuran.

  • Tracking Mode
  • Metode pengukuran ini mirip dengan pengamatan angle pada single angle measurement, perbedaannya pada teknik ini dilakukan dalam waktu yang lama untuk mengamati lalu memproses data angle secara terus-menerus dan memperbaharui data dalam interval waktu tertentu.

5. Pemrosesan Data

Setelah melakukan pengukuran, total station akan menghasilkan data pengukuran yang terdapat pada memory kartu data elektronik pada biner system. Data ini selanjutnya diubah ke dalam sistem koordinat yang diperlukan. Kemudian data tersebut dimasukkan pada software pengolah data seperti AutoCAD, aplikasi pemetaan, atau aplikasi lainnya. Dengan menggunakan software ini, data pengukuran diolah menjadi bentuk grafik dan dapat digunakan untuk pembuatan peta atau laporan pengukuran lainnya.

Dengan teknik pengoperasian Total Station yang tepat, diharapkan dapat menghasilkan pengukuran yang akurat dan efisien. Namun, sebagai operator, sebaiknya selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, memperbaharui sistem dan software yang digunakan serta melakukan kalibrasi dengan rutin untuk dapat menghasilkan pengukuran data yang akurat dan berkualitas.

Perawatan dan Pemeliharaan Total Station


total station

Sebagai alat survey yang sangat penting, perawatan dan pemeliharaan total station merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan agar alat tersebut dapat digunakan dengan maksimal dan akurasi hasilnya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan dan pemeliharaan total station:

1. Membersihkan Alat Secara Berkala


membersihkan total station

Salah satu hal yang harus dilakukan dalam perawatan dan pemeliharaan total station adalah membersihkan alat secara berkala. Kotoran yang menempel pada alat akan mengganggu hasil survey yang dilakukan. Membersihkan alat dapat dilakukan dengan menggunakan kain lembut atau lap khusus yang tidak akan merusak komponen alat tersebut.

2. Memeriksa Kondisi Penutup Alat


penutup total station

Kondisi penutup alat sangat penting untuk diperiksa, karena penutup yang rusak akan menyebabkan alat cenderung terkena debu dan kotoran. Hal ini tentunya akan mengganggu kinerja alat. Sebaiknya, penutup yang rusak segera diganti dengan yang baru agar alat tetap terjaga kebersihannya.

3. Mengisi Daya Baterai Secara Tepat


daya baterai total station

Baterai adalah sumber daya utama yang digunakan dalam penggunaan total station. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara mengisi daya baterai dengan tepat agar baterai alat tetap awet dan dapat digunakan dalam waktu yang lama.

Sebaiknya, pilih baterai yang sesuai dengan merek total station yang digunakan. Proses pengisian daya baterai sebaiknya dilakukan dengan mengikuti petunjuk pabrik secara benar. Jangan meninggalkan alat dalam kondisi nyala saat mengisi baterai, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada baterai.

4. Memeriksa Kalibrasi Alat


kalibrasi total station

Kalibrasi total station perlu dilakukan secara teratur untuk memastikan akurasi alat berjalan dengan baik. Proses kalibrasi ini dapat dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman dan terlatih. Ada baiknya, kalibrasi dilakukan setelah alat mendapat penggunaan yang intensif dalam jangka waktu tertentu.

Proses kalibrasi pada total station terdiri atas dua tahap, yaitu kalibrasi horizontal dan kalibrasi vertikal. Sebaiknya, lakukan kalibrasi secara rutin agar hasil pengukuran dengan total station tetap akurat dan terpercaya.

5. Penyimpanan Alat Yang Tepat


penyimpanan total station

Penyimpanan total station yang tepat akan menjaga fungsionalitas dan keawetan alat tersebut. Sebaiknya, alat disimpan di ruangan yang kering dan bersih untuk menghindari kelembaban dan debu yang dapat merusak komponen alat. Pastikan alat disimpan dengan posisi yang tepat, seperti meluruskan tripod dan menyimpanya pada kandang yang disediakan.

Sebelum penyimpanan, pastikan bahwa alat sudah dibersihkan dengan benar sehingga tidak ada kotoran yang meninggalkan noda pada permukaan alat. Dengan melakukan penyimpanan yang tepat, total station dapat bekerja dengan baik, awet, dan tidak memerlukan penggantian perlengkapan secara sering.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *