Apa Itu Railing: Jenis, Fungsi, dan Cara Pemasangan

Pengertian Railing


Railing

Railing merupakan bagian penting dalam sebuah bangunan yang berfungsi sebagai pengaman pada area yang memiliki ketinggian yang berbahaya dan membahayakan penggunanya jika tidak dijaga dengan baik. Railing biasanya digunakan pada tangga, balkon, rooftop, arena olahraga, dan area-area publik yang memiliki tanjakan atau ketinggian tertentu. Railing juga banyak dijadikan sebagai penambah estetika pada bangunan.

Railing sendiri terbagi menjadi beberapa macam jenis, antara lain:

  • Railing Stainlesss Steel: Railing jenis ini terbuat dari bahan dasar stainless steel dan menggunakan kaca sebagai pengisi rongga-rongga. Railing stainless steel memiliki kelebihan yaitu kuat, tahan lama, dan memiliki kemampuan untuk melindungi terhadap karat. Railing jenis ini juga banyak digunakan pada gedung-gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan yang memiliki gaya minimalis.
  • Railing Aluminium: Railing jenis ini terbuat dari bahan dasar aluminium dan juga menggunakan kaca sebagai pengisi rongga-rongga. Kelebihan dari Railing aluminium yaitu ringan, mudah dipasang dan memiliki finishing yang sangat baik. Railing jenis ini cocok untuk dipasang pada area rooftop, balkon, bahkan kolam renang.
  • Railing Kaca: Railing jenis ini terbuat dari kaca tempered atau laminated, Railing kaca biasanya digunakan untuk area indoor. Kelebihan dari Railing kaca yaitu memberikan kesan elegan dan modern pada bangunan. Tidak hanya itu, Railing kaca juga dapat mengoptimalkan cahaya alami pada bangunan.
  • Railing Beton: Railing jenis ini terbuat dari beton dan cocok digunakan pada gedung bertingkat. Railing beton mempunyai banyak kelebihan, seperti lebih kuat dan sangat tahan lama, serta memberikan tampilan yang kokoh pada suatu bangunan. Railing beton juga tidak memerlukan perawatan khusus karena bahan dasarnya yang tahan terhadap segala cuaca.

Tidak hanya sebagai pengaman, railing juga dapat dijadikan sebagai penambah kesan estetika pada sebuah bangunan. Railing yang sesuai dengan desain bangunan dan berbahan pilihan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih indah dan elegan.

Jadi, itulah pengertian Railing dan beberapa jenisnya. Mari selalu menjaga keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas di area-area yang dilengkapi dengan Railing. Pilihlah jenis Railing yang sesuai dengan kebutuhan dan desain bangunan yang ingin Anda buat.

Jenis-Jenis Railing


Jenis-Jenis Railing

Railing adalah pengaman yang terdiri dari balok atau besi yang dipasang pada sisi tangga atau tempat tinggi agar aman saat berjalan di sekitar area tersebut. Jenis-jenis railing di Indonesia bervariasi, baik dari segi fungsi maupun bahan pembentuknya. Di bawah ini adalah beberapa jenis railing yang dapat ditemukan di Indonesia.

Railing Kayu

Railing Kayu

Railing kayu adalah railing yang terbuat dari kayu dengan bentuk, ukuran, dan pola yang bervariasi. Railing kayu umumnya dipilih karena keindahannya dan bisa memberikan kesan natural pada rumah atau bangunan. Railing kayu juga dapat memberikan pengaruh ekologis pada bangunan dan membuat suasana di sekitar bangunan menjadi lebih sejuk dan nyaman.

Railing Besi

Railing Besi

Railing besi adalah railing yang terbuat dari besi dengan berbagai bentuk dan ukuran. Railing besi dapat memberikan kesan yang berbeda kepada bangunan, baik itu kesan modern, klasik, atau tradisional. Railing besi juga lebih tahan terhadap cuaca dan tidak mudah berkarat, sehingga meminimalisir biaya perawatan.

Railing Stainless Steel

Railing Stainless Steel

Railing stainless steel adalah railing yang terbuat dari material stainless steel. Railing ini sangat cocok untuk bangunan yang bertema modern atau minimalis. Railing stainless steel memiliki keuntungan dalam hal tahan lama, daya tahan terhadap cuaca dan penguapan air, serta estetika yang menarik dan elegan.

Railing Tembok

Railing Tembok

Railing tembok adalah railing yang terbuat dari sebuah tembok kecil yang dipasang di sisi tangga atau tempat tinggi. Railing tembok seringkali dipilih karena bahan materialnya yang murah dan mudah didapatkan. Namun, meskipun sederhana, railing tembok tetap efektif dalam menjaga keselamatan penghuni bangunan.

Railing Kaca

Railing Kaca

Railing kaca adalah railing yang terbuat dari kaca dengan berbagai bentuk dan ukuran. Railing kaca seringkali diaplikasikan pada bangunan-bangunan yang modern dan minimalis. Railing kaca dapat memberikan kesan yang elegan dan modern dengan tampilan yang transparan. Railing kaca juga sangat aman dan kokoh, tidak mudah pecah serta dapat menghindarkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

Railing Batu Alam

Railing Batu Alam

Railing batu alam menggunakan bahan material batu alam sebagai pengganti kayu atau besi. Railing tersebut sering digunakan pada bangunan tradisional antik seperti rumah-rumah joglo. Selain itu, railing batu alam juga memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca dan sangat awet. Namun, karena bahan yang digunakan termasuk bahan alam, harga railing batu alam cenderung lebih mahal.

Itulah beberapa jenis railing yang dapat ditemukan di Indonesia. Pemilihan railing yang tepat tentunya harus dipertimbangkan berdasarkan bentuk bangunan, fungsi, estetika, dan kemampuan anggaran untuk membelinya. Ingatlah bahwa safety first, sehingga pilihlah jenis railing yang sesuai dengan kebutuhan dari segi kualitas dan harga.

Fungsi Railing di Berbagai Tempat


railing

Railing atau pagar pengaman adalah sebuah struktur yang didesain untuk memberikan pengamanan dan untuk membatasi area tertentu dari area lainnya. Struktur ini terdiri dari sejumlah balok atau pipa yang digunakan untuk menjaga keamanan atau mencegah jatuh. Railing umumnya digunakan di berbagai tempat mulai dari rumah, kantor, jalan raya, hingga gedung tinggi seperti hotel dan apartemen.

Railing di Rumah


railing rumah

Railing atau pagar pengaman di rumah memiliki fungsi utama untuk memberikan pengamanan dan mencegah jatuh dari tangga atau balkon. Railing ini biasanya dibuat dari bahan besi atau baja dengan variasi desain yang beragam. Selain fungsi pengamanan, railing di rumah juga berfungsi sebagai unsur dekoratif yang dapat meningkatkan kesan estetika rumah. Pemilihan railing yang tepat dapat meningkatkan nilai estetika rumah dan menambah nilai jual properti.

Railing di Kantor


railing kantor

Railing atau pagar pengaman di kantor memiliki fungsi utama untuk memberikan pengamanan dan memisahkan area tertentu dari area lainnya, seperti dalam taman atau area parkir kendaraan. Railing yang digunakan di kantor harus memiliki desain yang profesional dan aman untuk meminimalisir risiko kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan. Selain fungsi pengamanan, railing di kantor juga berfungsi sebagai unsur dekoratif yang dapat meningkatkan kesan estetika kantor.

Railing di Jalan Raya


railing jalan raya

Railing di jalan raya memiliki fungsi utama untuk memberikan pengamanan bagi pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan kaki. Struktur railing ini terbuat dari bahan besi atau baja yang kokoh dan memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dari kendaraan. Railing ini biasanya terpasang di sepanjang jalan raya maupun jalan tol guna meminimalisir terjadinya kecelakaan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Railing di Gedung Tinggi


railing gedung tinggi

Railing di gedung tinggi seperti hotel atau apartemen memiliki fungsi utama untuk memberikan pengamanan dan mencegah jatuh dari ketinggian. Struktur railing ini harus memiliki ketahanan yang tinggi terhadap beban yang ada, karena harus menahan beban yang besar, seperti manusia atau benda-benda yang jatuh dari ketinggian. Railing di gedung tinggi biasanya terbuat dari bahan besi atau baja yang kokoh dan dilengkapi dengan desain yang estetis.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa railing memiliki fungsi utama untuk memberikan pengamanan dan membatasi area tertentu dari area lainnya. Railing juga dapat dijadikan sebagai unsur dekoratif yang dapat meningkatkan nilai estetika di berbagai tempat, seperti rumah, kantor, jalan raya, maupun gedung tinggi. Oleh karena itu, pemilihan railing yang tepat sangat penting guna meningkatkan fungsi pengamanan dan keindahan di berbagai tempat.

Material yang Digunakan untuk Railing


Material yang Digunakan untuk Railing

Railing atau tangga pagar merupakan unsur penting dalam bangunan bertingkat. Fungsi railing juga tak hanya sebagai pengaman atau pemisah, melainkan juga bisa menjadi elemen estetika yang menambah nilai keindahan pada ruangan. Untuk memilih railing yang tepat, diperlukan pemahaman mengenai jenis material yang digunakan untuk membuatnya. Berikut beberapa bahan railing yang umum dipakai di Indonesia:

Baja

Baja

Baja adalah salah satu material yang banyak digunakan untuk membuat railing, terutama pada bangunan-bangunan komersial seperti perkantoran dan gedung-gedung apartemen. Material ini dikenal tangguh, awet, dan bisa menerima berbagai macam bentuk dan ukuran.

Baja memiliki kelebihan dalam hal daya tahan dan kemampuan menahan beban. Selain itu, tampilannya yang modern dan low maintenance juga menjadi alasan mengapa baja menjadi pilihan utama di antara beberapa material lain. Kekurangan baja adalah harga yang cenderung lebih mahal dibandingkan bahan lainnya dan kurang cocok untuk tampilan desain tradisional atau klasik.

Kaca Tempered

Kaca Tempered

Kaca tempered atau kaca keamanan adalah material yang banyak digunakan sebagai alternatif untuk railing. Kaca ini dikenal kuat dan tahan terhadap benturan atau tekanan berlebihan. Selain itu, kaca tempered juga mampu menahan paparan sinar Ultra violet (UV) yang akan merusak material dalam jangka waktu lama.

Kaca tempered memberikan tampilan yang elegan dan modern pada bangunan. Material ini juga sangat mudah dibersihkan. Namun, kaca memiliki kelemahan yaitu rentan terhadap goresan dan mudah pecah apabila terkena tekanan yang sangat keras.

Besi Cor

Besi Cor

Besi cor merupakan produksi dari pengecoran besi yang memberikan kekuatan dan ketegaran lebih pada material tersebut. Besi cor juga awet dalam segi kepentingan tahan terhadap korosi dan tahan lama ketika dipasangkan ke railing tangga.

Besi cor memiliki kekurangan yaitu berat dan rawan karatan apabila tidak dilekatkan dengan bahan anti karat atau cat anti karat. Tampilan estetika besi cor juga tidak sesuai bila diaplikasikan pada desain dengan tema modern dan minimalis.

Aluminium

Aluminium

Aluminium maupun logam lain seperti stainless steel juga menjadi pilihan material yang umum digunakan untuk membuat railing. Aluminium sangat ringan namun tetap kuat dan tahan terhadap cuaca, termasuk kelembapan dan sinar UV. Railing aluminium tidak perlu dilapisi finishing dan mudah dipasang karena bentuk dan ukuran yang fleksibel.

Selain itu, aluminium juga mudah dirawat dan tahan lama. Material ini cocok untuk tampilan desain modern-minimalis yang sering diaplikasikan di gedung-gedung perkantoran atau gedung apartemen.

Kayu

Kayu

Terakhir ada kayu sebagai bahan untuk membuat railing. Material ini dapat memberikan tampilan industrial dan alami pada bangunan. Kayu cukup mudah dibentuk dan diolah serta diaplikasikan pada semua desain, baik modern maupun klasik.

Selain itu, kayu juga memberikan kesan yang hangat dan berkelas pada ruangan. Kayu cocok dipadukan dengan kombinasi warna pastel atau netral seperti putih atau abu-abu. Kekurangan bahan kayu adalah rentan terhadap serangan jamur atau rayap serta tidak awet ketika ditempat terbuka dan langsung terjerumus tinggal derasnya cuaca.

Cara Instalasi Railing yang Baik dan Benar


Railing Indonesia

Untuk memasang railing yang baik dan benar, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Berikut adalah langkah-langkah cara instalasi railing yang baik dan benar di Indonesia:

1. Persiapkan Peralatan dan Bahan


Alat Kayu

Pastikan kita mempersiapkan peralatan dan bahan secara lengkap sebelum memulai instalasi railing, di antaranya adalah obeng, palu, meteran, gergaji besi atau gergaji kayu, bor, sekrup, baut, clamps, dan tentu saja material railing itu sendiri. Pilih material yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan.

2. Pahami Desain Railing


Desain Railing

Sebelum memulai pemasangan, pastikan sudah memahami desain dan ukuran railing yang diinginkan. Cantumkan detail desain dan ukuran-ukuran penting pada gambar kerja agar memudahkan pemasangan railing secara akurat sesuai dengan desain yang diinginkan.

3. Lengkapi Fitting Railing


Fitting Railing

Pastikan lengkapi semua fitting atau aksesoris railing seperti elbow, connector, joint, bracket, dan lainnya menjadi satu set untuk instalasi. Hal ini agar memudahkan dalam proses pemasangan railing dan menjamin tingkat keamanan railing yang dipasang.

4. Pasang Tiang Railing


Tiang Railing

Pasang tiang railing dengan jarak yang disesuaikan agar saling terkait dengan baik. Gunakan waterpass dan meteran saat memasang tiang railing agar tidak goyang atau miring. Pastikan tiang railing terpasang dengan kuat dan kokoh.

5. Pasang Pagar Railing Sisi Luar Railing


Pagar Railing Luar

Langkah penting dalam instalasi railing adalah memasang pagar railing pada sisi luar railing. Pagar railing ini berguna untuk memberikan ruang aman bagi pengguna tangga atau balkon. Pemasangan biasanya dilakukan dengan mematikan sebagian dari railing serta menurunkan ketinggian pagar agar tidak terlalu tinggi. Pasang dengan jarak yang sesuai dan gunakan clamps untuk memudahkan proses pemasangan.

6. Pasang Railing Pagar Sisi Dalam Railing


Pagar Railing Dalam

Setelah selesai memasang pagar railing pada sisi luar, langkah selanjutnya adalah pemasangan pagar railing pada sisi dalam railing. Buatlah pola atau desain yang menarik agar lebih estetik. Pastikan memperhatikan jarak dan tinggi pagar railing untuk menghasilkan tingkat keamanan yang optimal.

7. Periksa Kembali Pengencang Railing


Pengencang Railing

Setelah instalasi selesai, periksa pengencang railing baik di bagian tiang, fitting maupun di bagian pagar railing. Pastikan tiap-tiap bagian pengencang terpasang dengan kuat dan baik, agar railing tidak goyang atau terlepas saat digunakan.

Dengan mengikuti langkah-langkah cara instalasi railing yang tepat, maka kita mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dan menjaga tingkat keselamatan. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan kualitas dan keamanan dari railing yang dipasang, untuk menjamin kenyamanan pengguna dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *